Bentuk Protes, Jalan Karangwidoro Ditanami Pohon Pisang, Langsung Direspon Oleh Camat

Bentuk Protes, Jalan Karangwidoro Ditanami Pohon Pisang, Langsung Direspon Oleh Camat
Jalan Dusun Ndoro, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, yang sempat dipasangi pohon pisang. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Beredar sebuah video yang memperlihatkan sebuah jalan ditanami pohon pisang di Dusun Ndoro, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jalan itu sengaja ditanami pohon sebagai bentuk protes lantaran jalan tak kunjung diperbaiki.

Dari potongan video yang Memo X terima, jalan tersebut juga ditulisi ‘Selamat Datang Di Karangwidoro Maju Terus Hahaha’. Tak hanya itu, di tengah jalan juga dipasangi plang yang bertuliskan ‘Wisata Jeglongan Sewu Nyowo.

Muhammad Aan, salah satu warga Dusun Ndoro, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mengatakan, jalan itu sengaja ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga.

“Karena jalan rusak sudah satu tahun lebih tak kunjung diperbaiki,” katanya Rabu (5/6/2024) kemarin.

Sehingga pada Senin (3/6/2024) malam, jalan itu dipasangi pohon pisang dan dicoreti oleh warga. Benar saja, aksi itu mendapat tanggapan serius oleh pemerintah setempat.

Pada Selasa (4/6/2024) malam, pemerintah Kecamatan Dau, mendatangi lokasi dan meminggirkan pohon pisang tersebut.

“Katanya hari Kamis dilakukan pengaspalan,” kata Aan.

Sebenarnya, warga sudah sempat memperbaiki secara swadaya. Lantaran
Ada kecelakaan, jatuh ibu-ibu. Setahu sering terjadi kecelakaan. Kecelakaan yang disebabkan jalan rusak itu sudah terjadi sekitar dua kali.

“Tapi gak sampai parah. Cuma jatuh,” katanya.

Maka dengan begitu, warga memasang batu dan bata di sana. Namun, tak berselang lama, jalan itu kembali rusak lantaran dikikis hujan.

Kendati demikian, secara spontanitas, warga memasangi dua pohon pisang di jalan yang menghubungkan antara jalan Galunggung Kota Malang dan Batu.

“Ini jalan poros. Setiap hari selalu ramai,” ujar Aan.

“Kami sudah melaporkan dari RT RW, tapi tidak ada tindaklanjut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Karangwidoro, Kasmariadi mengatakan, sebenarnya jalan itu akan dilakukan perawatan. Tetapi warga yang kurang bersabar hingga timbul aksi penanaman pohon pisang.

“Kalau gelombang itu enggak setahun, cuma beberapa bulan ini. Kemarin sudah kami tambal pada bulan November 2023 bersama UPT Dinas PU Bina Marga,” katanya.

“Sudah kami sampaikan juga. Mungkin lebih jelasnya bisa langsung ke dinas karena wewenangnya,” lanjutnya.

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, juga sudah turun melakukan peninjauan. Akan tetapi kapan akan diperbaiki, itu belum pasti. Sehingga, pemerintah tidak hanya diam saja terkait adanya jalan rusak.

“Sebenarnya sudah dilakukan peninjauan ke sana. Tapi kapannya, kami belum tahu,” tutupnya. (nif/syn)