Namun, pada sesi pertama ini juga diberikan roleplay yang melibatkan peserta dari perwakilan pelayanan publik memperagakan bagaimana memberikan pelayanan yang inklusi kepada kelompok rentan.
Pada sesi kedua materi yang diberikan juga tak kalah menarik, karena pada sesi ini fokus kepada Tuli. Sesi ini menghadirkan Fathzefa Samodra A. Md., Jaepry Minaka A. Md., dan diterjemahkan oleh Meilisa Trisetya Arum S. Pd., sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang ketiga pemateri tersebut dari komunitas Akar Tuli Malang.
Di sesi ini materi yang disampaikan terkait Deaf Awareness yang juga diberikan latihan Bahasa Isyarat untuk seluruh peserta. Pelatihan Isyarat tersebut diantaranya mempelajari huruf abjad dan beberapa komunikasi dasar. (*)
