Sedangkan untuk jumlah terduga TBC, ia mengaku, pada tahun 2022 lalu ada 34.123 orang, tahun 2023 ada 30.080 orang, sementara hingga pertengahan Maret ini sudah ada 4.326 orang yang terduga TBC.
Dalam kesempatan yang sama ia menambahkan, adapun tanda-tanda warga diduga TBC diantaranya, pertama batuk berdahak maupun tidak berdahak. Kedua demam meriang, ketiga nyeri dada, keempat berkeringat tanpa sebab terutama pada malam hari, kelima nafsu makan maupun berat badan menurun.
Oleh karena itu, bagi orang yang merasakan gejala tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar bisa disimpulkan diagnosis terakhir. Seperti pemeriksaan dahak dan sinar X.
“TBC itu termasuk penyakit menular yang masih dapat disembuhkan, asalkan melalui pengobatan intensif. Maka segera melakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (nif/syn)
