Indeks

Antisipasi Banjir, Pemkab Pasuruan Normalisasi Jaringan Irigasi di Wilayah Pagak

Pengerukan jaringan irigasi Pagak, merupakan lanjutan dari normalisasi jaringan irigasi Pasinan, Kecamatan Beji.

Pasuruan, Memox.co.id – Di setiap musim penghujan di wilayah Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan kerap terjadi banjir. Salah satu pemicunya, karena luapan jaringan irigasi setempat yang tak mampu menampung air hujan.

Hal ini yang mendorong Pemkab Pasuruan untuk melakukan pengerukan. Supaya, pendangkalan pada jaringan irigasi setempat bisa teratasi.      

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Imam Nurwahyudi mengungkapkan, pengerukan jaringan irigasi Pagak, merupakan lanjutan dari normalisasi jaringan irigasi Pasinan, Kecamatan Beji.

Hal ini dilakukan, menyusul banyaknya permintaan dari masyarakat. Karena dianggap menjadi biang banjir ketika hujan melanda. “Banyak permintaan masyarakat untuk pengerukan jaringan irigasi Pagak. Untuk itulah, kami realisasikan,” bebernya.           

Pengerukan jaringan irigasi tersebut dilakukan hingga kurang lebih 800 meter. Mencapai Sungai Wrati memang tak mudah karena, medan sulit dilalui. Selain jaringan irigasi Pagak, sebenarnya beberapa jaringan irigasi lain juga dikeruk.

Seperti jaringan irigasi Kendal, Desa Kedungboto, Kecamatan Beji; Sungai Pejangkungan, Kecamatan Rembang; Sungai Tambakan, Kecamatan Bangil serta jaringan irigasi di Pulokerto, Kecamatan Kraton.      

Serta di Cangkringmalang, Kecamatan Beji dan Jaringan Irigasi di Gading, Kecamatan Winongan. Berikutnya ada Kedungbanteng, Kecamatan Rembang; Kalipang, Kecamatan Grati dan Segoropuro. 

“Sebagian ada yang sudah diselesaikan. Tapi ada pula yang sedang dalam proses penyelesaian,” ulasnya. (rif/mzm)

Exit mobile version