Sepanjang Tahun 2022, Bupati Sidoarjo meminta Disnaker Pemkab Sidoarjo menggenjot program pelatihan dan peningkatan produktivitas dengan sasaran fresh graduate maupun korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Berbekal mengikuti pelatihan kompetensi yang diselenggarakan Disnaker ini, ada sebanyak 2.176 orang berhasil memperoleh pekerjaan baru.
“Yang menyerap tenaga kerja baru diantaranya sektor pangan dan pertanian jumlah tenaga kerja baru tercatat menyerap 80 orang, kemudian pada sektor olahraga dan pariwisata menyerap 240 orang dan sektor pendidikan menyerap 160 tenaga kerja baru,” tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sedangkan di sektor perikanan jumlah tenaga kerja baru lebih banyak lagi yaitu 605 orang. Selain membangun komitmen dengan para investor dan pelaku usaha industri besar untuk merekrut warga lokal, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang diberi pelatihan kompetensi sebagai bentuk komitmen menyediakan tenaga yang tersertifikasi dan terdidik.
“Yang dilakukan Pemkab Sidoarjo selain fokus pada penurunan angka pengangguran, kami juga fokus para program jaring pengaman ekonomi kerakyatan atau program yang memberikan pengamanan pada keberlangsungan usaha kecil ekonomi kreatif,” jelas putra KH Agoes Ali Masyhuri Pengasuh Ponpes Progresif Bumi Shalawat Lebo ini.
Program itu, kata Gus Muhdlor untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif agar tetap survive di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 kemarin.
“Kami sebelumnya telah menyiapkan program jaring pengaman bagi ribuan pelaku UMKM. Program ini berbentuk pinjaman modal usaha dengan bunga ringan 3 persen pertahun lewat kredit usaha Kurda Sayang dan program bantuan modal usaha bagi kelompok usaha perempuan lewat program Kurma,” urainya.
