Beranda TRIBRATA Amankan Pilkada 2020, Polres Blitar Turunkan 485 Personel

Amankan Pilkada 2020, Polres Blitar Turunkan 485 Personel

29
0
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Blitar, Memox.co.id – Untuk mengamankan jalannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang, Polres Blitar menerjunkan sebanyak 485 personel kepolisian. Tim pengamanan yang diterjunkan ini merupakan pasukan terbaik Polres Blitar yang telah disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan Pilbup.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, di wilayah hukum Polres Blitar ada 171 desa dan 1.540 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk 20 TPS yang masuk katagori wilayah aman, pola pengamanannya akan disiagakan 2 personel polisi dan 10 personel Linmas.

Sedangkan untuk wilayah yang masuk kategori rawan, akan disiagakan 2 personel polisi dan 2 Linmas untuk mengamankan 4 TPS. Sementara wilayah yang masuk kategori sangat rawan akan diberlakukan pola pengamanan 2 personel polisi dan 1 Linmas untuk 2 TPS.

“Persiapan sudah kita laksanakan, nanti kita akan turunkan personel-personel terbaik untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah hukum kami,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (19/11/2020).

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, selain 485 personel dari Polres Blitar dan 3018 personel Linmas, nantinya pengamanan akan diback up oleh personel dari TNI sebanyak 300, satu pleton personel Brimob dan bantuan Polres tetangga sebanyak 200 personel.

“Personel yang kita kerahkan ini juga masih akan mendapat back up dari 1 SST Brimob dan bantuan pengamanan dari jajaran Polres tetangga yang di daerahnya tidak melaksanakan Pilkada,” tandasnya.

Kapolres Blitar menandaskan, daerah rawan di wilayah hukumnya bukan terkait potensi konflik. Melainkan lokasi yang cukup jauh dan akses jalan yang sulit, seperti beberapa desa di wilayah Blitar selatan

“Kita pahami di wilayah Polres Blitar rawannya bukan karena potensi konflik, namun karena jauhnya jarak. Sehingga kita menganggap ini ada kerawanan utamanya saat proses surat suara sebelum maupun sesudah pencoblosan,” pungkas Kapolres Blitar. (jar)