Aksi Vandalisme di TPU Ngentak Bantul: 11 Nisan Makam Nasrani Dirusak

Ft: Aksi vandalisme merusak suasana damai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngentak di Kabupaten Bantul.
Ft: Aksi vandalisme merusak suasana damai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngentak di Kabupaten Bantul.

MEMOX.CO.ID – Sebuah aksi vandalisme merusak suasana damai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngentak di Kabupaten Bantul. Sebanyak 11 nisan makam bernuansa Nasrani didirusak secara sengaja oleh oknum tidak dikenal. Peristiwa ini memicu keprihatinan berbagai pihak akan toleransi beragama di masyarakat.

 Sebanyak 11 nisan makam bernuansa Nasrani didirusak secara sengaja oleh oknum tidak dikenal

Detail Kejadian

Lokasi kejadian berada di TPU Ngentak RT 10, Baturetno, Kapanewon Banguntapan—tepatnya di depan SMAN 1 Banguntapan. Kerusakan pertama kali ditemukan oleh Hermawan Riyadi (53), warga Noyokerten, Sleman, yang datang untuk membersihkan makam neneknya pada Minggu (18/5) pukul 06.00 WIB.

“Saya lihat nisan makam simbah sudah patah. Ketika ambil sapu, ternyata ada makam lain yang juga rusak,” kisarnya.

Dia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKPM) setempat. Menurut keterangan saksi, nisan-nisan tersebut masih utuh pada Sabtu (17/5) sore, sehingga diduga perusakan terjadi pada malam hingga dini hari.

Kondisi Kerusakan

  • 11 nisan rusak, terdiri dari:
    • 4 nisan keramik
    • 7 nisan kayu
  • Semua nisan yang dirusak memiliki lambang salib
  • Ditemukan jejak kaki diduga milik pelaku

Respons Aparat Keamanan

Kepolisian Resor (Polres) Bantul telah turun tangan menyelidiki kasus ini. Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menyatakan:

*”Total ada 10 nisan yang rusak (data berbeda dengan laporan saksi). Semua adalah makam non-Muslim. Kami masih menyelidiki motif dan pelakunya.”*

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Insiden ini memicu keresahan di kalangan warga, terutama umat Kristiani yang memiliki keluarga dimakamkan di TPU Ngentak. Sejumlah tokoh agama dan masyarakat menyerukan agar kasus ini diusut tuntas untuk mencegah terulangnya aksi serupa.

Ajakan untuk Menjaga Kerukunan

Peristiwa ini mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Vandalisme terhadap simbol keagamaan tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan sosial. (crys)