MEMOX.CO.ID – Pengukuhan 70 pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan target politik pada Pemilu 2029, dengan dihadiri jajaran pengurus dan kader partai. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha NU Bondowoso, Sabtu (17/10/2026),
Pengukuhan ini tidak hanya menandai terbentuknya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi awal pelaksanaan program kerja partai di tingkat cabang. Setelah prosesi pengukuhan, para pengurus langsung diarahkan untuk melanjutkan agenda rapat kerja guna menyusun langkah organisasi ke depan.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menjalankan tanggung jawab organisasi secara maksimal. Menurutnya, posisi PKB dalam peta politik Bondowoso perlu diimbangi dengan kerja nyata, soliditas kader, serta komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, kekuatan partai tidak cukup diukur dari jumlah kursi legislatif yang diperoleh. Lebih dari itu, besarnya dukungan politik harus menjadi dorongan bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Makna saham terbesar itu sebenarnya punya tanggung jawab terbesar,” ujarnya.
Dhafir menjelaskan, PKB Bondowoso memiliki target meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Namun, target tersebut tidak bisa dicapai hanya melalui pernyataan politik, melainkan harus disertai perencanaan, evaluasi, pemetaan kekuatan, dan pembenahan organisasi secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, salah satu modal yang disiapkan adalah penguatan struktur kepengurusan. Jika sebelumnya jumlah pengurus di tingkat cabang relatif lebih sedikit, kini kepengurusan DPC PKB Bondowoso beranggotakan 70 orang. Penambahan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kerja partai sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi antarkader.
Selain memperkuat struktur, regenerasi kader juga menjadi perhatian. Dhafir menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menjawab perubahan karakter pemilih, terutama menjelang Pemilu 2029 yang akan melibatkan banyak pemilih dari kalangan Generasi Z dan milenial.
Menurutnya, kader muda perlu diberi ruang untuk terlibat aktif dalam kegiatan partai, memahami persoalan masyarakat, serta membangun komunikasi dengan pemilih pemula. Dengan demikian, keberadaan partai tidak hanya dirasakan saat menjelang pemilu, tetapi juga melalui kegiatan organisasi yang berkelanjutan.
Penguatan organisasi tersebut akan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari DPC, pengurus anak cabang di tingkat kecamatan, hingga pengurus ranting di desa dan kelurahan. Struktur yang terhubung hingga tingkat bawah diharapkan dapat mempermudah koordinasi sekaligus memperkuat hubungan kader dengan masyarakat.
Dhafir juga menekankan pentingnya peran partai dalam mengawal pembangunan daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut dirasakan hingga tingkat pemerintahan desa, ia berharap kader PKB dapat terlibat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baginya, tanggung jawab politik tidak berhenti pada keberhasilan meraih kursi di lembaga legislatif. Jabatan dan kewenangan yang diperoleh harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Perwakilan DPW PKB Jawa Timur, Ahmad Tamim, menyampaikan bahwa target peningkatan perolehan kursi PKB Bondowoso merupakan bagian dari rencana politik yang perlu dipersiapkan melalui kerja organisasi secara terukur.
Dia menilai, kesiapan struktur dan soliditas kader menjadi unsur penting dalam menjalankan target tersebut. Ia juga menyebut kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dalam kegiatan itu sebagai bagian dari suasana konsolidasi yang berlangsung.
Dalam pengukuhan tersebut, keterwakilan perempuan di dalam struktur kepengurusan juga menjadi perhatian. Dari total 70 pengurus yang dikukuhkan, keterwakilan perempuan disebut telah melampaui 30 persen. Komposisi ini diharapkan memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi kader perempuan dalam menjalankan fungsi organisasi.
Dirinya menegaskan, pembentukan kepengurusan harus segera ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata. Karena itu, rapat kerja setelah pengukuhan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan target partai ke dalam program dan agenda yang dapat dilaksanakan di setiap tingkatan.
“Bagi PKB, pemilu dimulai hari ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menandai dimulainya tahapan kerja organisasi menuju Pemilu 2029. Dengan kepengurusan yang telah dikukuhkan, PKB Bondowoso kini menghadapi pekerjaan untuk menjaga soliditas internal, memperluas keterlibatan kader, serta menyusun strategi politik berdasarkan kondisi dan potensi di setiap wilayah.
Konsolidasi yang dilakukan sejak tingkat cabang hingga desa dan kelurahan diharapkan menjadi landasan bagi PKB Bondowoso dalam menjalankan target politiknya. Selanjutnya, efektivitas kepengurusan baru akan ditentukan oleh pelaksanaan program kerja dan kemampuan kader menerjemahkan tanggung jawab organisasi menjadi kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(rif/syn)






