Malang, Memox.co.id – Sehubungan kelompok teroris yang menjadikan polisi sebagai sasaran teror. Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung S.H.S.I.K.Msi memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Seperti yang dilaksanakan KBO Lantas Polres Malang Ipda Sunarko Rusbiyanto, S.H, MH Selasa malam (27/08/19). Dengan pakaian rompi anti peluru dirinya pimpin langsung pengamanan Pos Lantas Karanglo yang diikuti personil gabungan dari unit Intelkam, Reskrim , Satlantas dan Sabhara.

Kegiatan pengalaman ini tindak lanjut terduga teroris di Jawa Timur pekan lalu seperti yang dikatakan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, empat terduga teroris ditangkap Jumat (23/8) dan Sabtu (24/8).
Di antaranya, Kurniawan Joko Wicaksono (KJ), Subagio (S), dan Iwan Puju Santoso (IP) alias Aslan. “Ketiganya ditangkap di Blitar,” terangnya.
Lanjutnya,”Mereka merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Blitar, pimpinan Lutfi alias Goper yang ditangkap Agustus 2018 lalu. Ketiganya punya peran berbeda. KJ mengetahui dan membantu pembelian senjata oleh terduga kelompok teroris Anang Rusianto. Anang Rusianto ditangkap 13 Juni 2018,” kata Dedi.
“Peran yang lebih krusial ada pada IP. Dia merencanakan serangan ke pos polisi Karanglo, Malang. Rencananya menggunakan senjata yang dibeli Anang Rusianto,” tuturnya.
Informasinya terduga kelompok teroris terakhir yang ditangkap Sabtu adalah Yunus Trianto (YT) alias Nukud. YT merupakan anggota Al Isbaqiah. Kendati bukan JAD, kelompok itu terafiliasi dengan ISIS di Suriah. ISIS merupakan kelompok teroris yang terorganisir dan beraksi di Suriah belakangan ini. (fik)






