MEMOX.CO.ID – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso memperketat pengawasan terhadap bahan baku asal hewan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, Disnakkan Bondowoso telah melakukan monitoring terhadap 86 SPPG. Monitoring terbaru dilakukan di wilayah Kecamatan Cermee.
Pengawasan dilakukan melalui kegiatan Pengawasan Kualitas dan Pembinaan Penanganan Bahan Baku Asal Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (KesmaVet) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan bahan pangan asal hewan yang digunakan SPPG memenuhi aspek keamanan, mutu, kesehatan, serta standar higiene dan sanitasi.
“Pengawasan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, mutu, dan kesehatan produk hewan yang digunakan,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pengawasan bahan baku asal hewan dan KesmaVet mencakup seluruh rantai distribusi produk hewan, mulai dari peternakan, unit pengolahan, hingga proses pemasaran.
Pengawasan tersebut juga dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan penyakit, khususnya penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Disnakkan memastikan produk asal hewan yang digunakan untuk kebutuhan pangan harus memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
“Karena itu, penerapan standar higiene dan sanitasi menjadi salah satu perhatian dalam proses pengawasan,” tandasnya.
Ia juga menambahkan selain melakukan monitoring, Disnakkan Bondowoso juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pemasok bahan pangan bagi SPPG untuk memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Salah satunya melalui kepemilikan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
“Kami juga mendorong UMKM pemasok SPPG yang belum memiliki sertifikasi NKV agar segera mengurusnya,” imbuhnya.
Sertifikasi NKV menjadi salah satu bentuk jaminan bahwa unit usaha yang menangani produk hewan telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
Disnakkan Bondowoso berharap pengawasan tersebut dapat memperkuat rantai pasok bahan pangan asal hewan untuk SPPG. Dengan demikian, makanan yang disalurkan melalui program MBG dapat memenuhi standar keamanan pangan dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Sehingga makanan yang diberikan dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan dan aman dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang Kepala SPPG di Bondowoso, Ilham Wahyudi, mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Disnakkan.
“Ini sangat membantu SPPG, khususnya untuk memastikan kualitas bahan baku hewani yang ada di dapur kami. Saya sampaikan terimakasih,” pungkasnya.(rif/syn)






