MEMOX.CO.ID – Lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bondowoso mengikuti pawai lampion dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari Festival Muharram itu berlangsung meriah dengan rute mengelilingi kawasan kota Bondowoso.
Sebanyak 36 sekolah turut ambil bagian dalam pawai tersebut. Para peserta menampilkan lampion hasil kreasi masing-masing dengan beragam bentuk dan tema, mulai dari bulan sabit, bunga teratai, tumpeng hingga janur kuning yang dibentuk menyerupai lampion.
Mayoritas lampion dibuat dari bahan daur ulang. Pelajar SMP Negeri 5 Bondowoso, misalnya, memanfaatkan botol galon bekas dan sendok plastik untuk membuat lampion berbentuk bunga.
“Ini dari sendok bekas, dari galon bekas juga,” jelas Imah, siswi SMP Negeri 5 Bondowoso.
Sementara itu, SMP Negeri 7 Bondowoso memilih menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan berupa janur kuning yang dirangkai menjadi lampion.
Sepanjang perjalanan, para peserta berjalan sambil melantunkan selawat dan lagu-lagu religi yang menambah semarak suasana malam pergantian tahun Hijriah.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, mengatakan pawai lampion digelar sebagai sarana mengingat kembali perjuangan hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak masyarakat mengisi tahun baru Islam dengan kegiatan yang bermanfaat.
Menurutnya, lampion yang dibawa peserta memiliki makna simbolis tentang perjalanan hidup, hijrah, kekompakan, dan kebersamaan.
“Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 H ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan,” jelasnya.
Selain memiliki nilai religius dan edukatif, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung turut meningkatkan aktivitas transaksi di lapak-lapak UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
“Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebut pawai lampion diikuti 15 SD, 11 SMP, serta 9 SMA/SMK/MA yang berasal dari berbagai wilayah di Bondowoso.
“Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran bagi para pelajar karena tidak hanya berfokus pada penampilan lampion, tetapi juga menanamkan berbagai nilai positif selama proses persiapan hingga pelaksanaan.
Mulai dari kerja sama antarpelajar saat membuat lampion, pengembangan kreativitas, hingga penguatan karakter melalui penerapan berbagai kebiasaan baik.
“Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” pungkasnya.(rif/syn)






