Siapkan Generasi Unggul, Pemkab Malang Launching 30 SMPN Unggulan

Siapkan Generasi Unggul, Pemkab Malang Launching 30 SMPN Unggulan
Foto bersama saat acara launching sekolah unggulan. (foto:nif)

MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melaunching program sekolah unggulan, Kamis (6/3/2025). Program yang dilaunching di Anusapati Pemkab Malang Ini berkolaborasi dengan Universitas Negeri Malang (UM) yang nantinya akan berfokus pada pendampingan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang Suwadji menyebut, ada sebanyak 30 Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) yang didapuk menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Malang.

Diantaranya, SMPN 1 Pagak, SMPN 1 Singosari, SMPN 3 Singosari, SMPN 1 Poncokusumo, SMPN 2 Poncokusumo, SMPN 1 Pakis, SMPN 1 Karangploso, SMPN 1 Kepanjen, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, dan SMPN 1 Tumpang.

Kemudian, SMPN 1 Lawang, SMPN 1 Turen, SMPN 2 Turen, SMPN 1 Wagir, SMPN 1 Dampit, SMPN 1 Donomulyo, SMPN 1 Wajak, SMPN 1 Pakisaji, SMPN 1 Pagelaran, SMPN 1 Tirtoyudo, SMPN 2 Bantur, SMPN 1 Gondanglegi, SMPN 1 Sumberpucung, SMPN 2 Sumberpucung, dan SMPN 1 Wonosari.

“Lalu SMPN 1 Tajinan, SMPN 1 Bululawang. Total ada 30 SMPN unggulan di Kabupaten Malang,” katanya.

Dengan sekolah unggulan yang sudah ditentukan ini, diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki prestasi akademik dengan nilai rata rata-ratanya di atas 9.

“Itu untuk mata pelajaran Matematika, IPA, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris bagi siswa mulai kelas 7,8, dan 9 SMP,” terangnya.

Disamping itu, sekolah unggulan ini memiliki inovasi unggulan serta ada empat bahasa yang diajarkan kepada para peserta didik. Diantaranya, ada bahasa Indonesia, kemudian Inggris, Jepang, dan bahasa Mandarin.

“Selain itu juga di sekolah itu menegakkan dan memelihara disiplin, sikap kepribadian siswa, serta karakter dan moral siswanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Zia’ul Haq memberikan respon positif atas program tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi langkah kongkret Pemkab Malang, terutama dalam mendukung upaya menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini bukti komitmen Pemkab Malang yang concern dengan pendidikan. Tentu di dalamnya juga untuk menyiapkan generasi yang unggul. Terutama juga untuk mendukung dalam menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,” jelas Zia.

Tak hanya sekadar melaunching saja, Zia mengatakan bahwa program sekolah unggulan ini akan terus dilakukan pemantauan secara berkala. Maka dari itu, dalam menjaga konsistensi tersebut, Pemkab Malang turut menggandeng UM.

“UM itu kan salah satu perguruan tinggi yang banyak memiliki prodi keguruan. Jadi kami rasa kolaborasi ini adalah langkah yang tepat. Karena kami juga tak ingin ini hanya menjadi kegiatan seremoni saja,” terang Zia.

Sehingga menurutnya, evaluasi dan monitoring harus dilakukan secara terukur. Terutama agar memberikan dampak signifikan terhadap pendidikan di Kabupaten Malang bahkan di Jawa Timur.

“Tentu pendidikan menjadi sebuah pondasi yang sangat penting. Sehingga dengan keseriusan ini, kami harap bisa memberikan dampak yang signifikan bagi pendidikan di Kabupaten Malang secara lebih meluas,” pungkasnya. (nif/syn)