Banyuwangi, Memox.co.id – Saat gempa Nusa Dua, Bali terasa di Banyuwangi, kepanikan melanda Desa Wonosobo, Kecamatan Srono termasuk beberapa desa lainnya di bumi Blambangan. Menurut salah satu warga, Gatut gempa terasa sekitar 30 detik. Guncangan membuat dirinya dan keluarga panik. Mereka langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Bahkan seorang warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono yang bernama Painem tidak sempat menyelamatkan diri. Hingga kepalanya tertimpa bangunan dan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat. Memang, Painem korban gempa Bali.

BPBD Banyuwangi mencatat adanya kerusakan bangunan di beberapa kecamatan di Banyuwangi. Yakni di Kecamatan Pesanggaran, Tegaldlimo, Purwoharjo, Gambiran, Srono, Cluring dan Blimbingsari. Gempa berkekuatan 6.0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Dua Bali, tepatnya di 83 Kilometer barat daya Nusa Dua. Sesuai data dari laman BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan gempa berkekuatan 6.0 SR tersebut dirasakan oleh masyarakat di seluruh Banyuwangi.
“Gempa itu dirasakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi dan telah ada beberapa laporan yang masuk ke kita,” kata Eka Muharam, Selasa (16/7/2019) siang.
Akibat gempa tersebut, kata Eka Muharam ada kerusakan bangunan, kerusakan tersebut katagori ringan, sedang hingga parah. Kerusakan bangunan terparah ini menimpa rumah milik Bu Painem warga Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, hampir sebagian rumahnya roboh.
“Bu Painem sendiri tertimpa bangunan, dan harus dilarikan ke Puskesmas untuk menjalani perawatan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi.
Lanjut Eka Muharam, selain merobohkan sebagian rumah Painem, dampak gempa tersebut juga meretakkan dinding fasilitas umu. Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Gambiran. Serta kerusakan bangunan katagori ringan menimpa masjid Nurul Iman Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.
“Selain merobohkan rumah milik Bu Painem, dampak gempa tersebut juga meretakkan fasilitas umum Kantar balai penyuluhan KB, Kecamatan Gambiran, serta masjid Nurul Iman Dusun Rajegwesi juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut,” terangnya.
Sementara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Srono langsung melakukan kepedulian kemanusiaan membersihkan puing-puing reruntuhan rumah milik Painem di Desa Wonosobo.
Dipimpin BKO Satpol-PP Srono, Sandono anggota penegak Perda tersebut tampak sibuk mengevakuasi perabotan milik korban.
“Setelah saya mendapat informasi adanya rumah warga yang ambruk akibat gempa, kami langsung bergerak menuju rumah Bu Painem, untuk mengevakuasi perabotan dan membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan tersebut,” kata Sandono. (tut/jun)






