Malang, MEMOX.CO.ID – Ini menjadi perhatian bagi kita semua agar lebih berhati-hati. Sebab, penyakit gondongan di Kabupaten Malang mengalami lonjakan pada 2024.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat, dari bulan Januari sampai September saja, sebanyak 2001 kasus gondongan. Rinciannya 1.061 kasus terjadi pada laki-laki, dan 940 kasus terjadi pada perempuan.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Nur Syamsu Dhuha saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, lonjakan infeksi virus yang mempengaruhi kelenjar ludah ini, tertinggi terjadi pada bulan September. Angkanya mencapai 792 kasus.
“Penyakit ini menyerang semua usia mulai balita, hingga lansia. Namun, paling banyak menyerang di usia anak-anak yakni 5 sampai 9 tahun sebanyak 994 kasus,” jelasnya.
“Kemudian pada usia 10 sampai 14 tahun sebanyak 499 kasus,” lanjutnya.
Bahkan, di 39 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Malang, ia mengaku semua ada kasus gondongan. Kecamatan paling banyak adalah berada di Kecamatan Pakis sebanyak 189 kasus.
“Penyakit ini mudah menular. Maka harus berhati-hati bagi masyarakat,” katanya.
“Bagi masyarakat yang sudah tertular, itu ditandai dengan pembengkakan pada area wajah, tepatnya di area di bawah telinga. Proses penularannya pun sama dengan penularan flu, yaitu melalui percikan air liur atau ludah, batuk, dan bersin. Penyakit ini rentan pada anak usia 2 sampai 14 tahun,” lanjutnya.
Bagi anak yang mengidap penyakit ini, dapat menyebarkan virusnya ke orang lain dalam kurun waktu 1 sampai 7 hari sebelum gejala muncul. Namun tetap ada risiko menular dalam kurun waktu 5–9 hari setelahnya.
Kendati dengan demikian, Syamsu mengimbau kepada masyrakat agar rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita. (nif).






