MEMOX.CO.ID – Berlangsungnya Pemilu 2024 di Kabupaten Malang berjalan aman dan damai tentu tidak terlepas dari peran semua pihak, salah satunya Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo) Kabupaten Malang. Sebab, untuk mewujudkan Pemilu damai 2024 itu, perlu keberimbangan informasi yang positif di tengah Masyarakat.
“Secara peran dan pengawasan ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),” kata Kepala Dinas Komonikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Malang Ricky Meinardhy.
“Namun, pengawalan informasi bohong atau hoax sehingga tidak adanya disinformasi menjadi tugas kami,” lanjut Ricky.
Maka dari itu, informasi dari pusat ataupun informasi tidak benar, akan dikawal supaya tidak menjadi bahan provokasi di tengah Masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ricky menambahkan, pada momentum Pemilu, KPU biasa menggaet Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Peranan itu ditujukan sebagai sarana alat komunikasi.
“Jadi peranan ORARI dan RAPI hanya sebatas menunggu peristiwa yang mungkin luar biasa,” katanya.
Namun alhamdulillah, pada pelaksanaannya, di semua tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 7.761 itu, dikatakan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya chaos ataupun konflik yang tidak diinginkan.
“Jadi jaringan ORARI dan RAPI hanya sebatas menginformasikan terkait pelaksanaan di tiap-tiap TPS,” lanjutnya.
Sebagai informasi, saat ini hasil Pemilu 2024 sedang dalam proses rekap yang kemudian dilanjut di tingkat kabupaten. Dalam proses rekap itu, Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini berharap, pada tanggal 5 Maret 2024) mendatang, semua rekap sudah selesai.
“Karena rekapitulasi di tingkat kabupaten paling lambat harus diselesaikan pada Selasa (5/3/2024) mendatang,” pungkasnya. (nif/syn)






