MFC ke-13 Berlangsung Meriah Membawa Tema The Magnificent of Arok Dedes

MEMBUKA: Wali Kota Malang Sutiaji saat membuka MFC pagelaran event tahunan yang ke 13 ini mengusung tema The Magnificent of Arok Dedes.

MEMOX.CO.ID – Event tahunan Malang Flower Carnival (MFC) kembali hadir di Kota Malang. Tahun ini MFC dilaksanakan di sepanjang Jl Koridor Kayutangan Heritage pada Minggu (30/7/2023) malam.

Pagelaran event tahunan yang ke -13 ini mengusung tema The Magnificent of Arok Dedes. Yang mana, event kostum bunga tersebut terinspirasi dari cerita dan sejarah masa lalu Malang Raya dan Jawa Timur.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan tema ini sengaja diambil untuk mengingat cerita kejayaan Malang. Para peserta yang berjumlah kurang lebih 93 menampilkan kostum bercorak bunga dengan ala kerajaan.

Kemudian di sana lanjut Sutiaji, disediakan panggung utama dengan ukuran sekitar 6 x 20 meter. Para peserta berjalan diatas panggung dengan menampilkan kostum terbaik dengan corak sesuai tema ‘ The Magnificent of Arok Dedes.

“Awalnya mau ditaruh di jalan Ijen tapi kami tarik di Kayutangan dan saya minta malam hari. Kenapa saya taruh di Kayutangan, karena ingin mengoptimalkan di wilayah ini terutama destinasi di Kota Malang,” kata Sutiaji.

Dan ternyata kegiatan tersebut rupanya berhasil. Antusias penonton cukup tinggi. Hal ini kata Sutiaji diluar dugaan.

Maka dari itu, tahun depan ia menyebut pagelaran tahunan ini akan berkolaborasi dengan semua dinas dengan pengemasan yang lebih baik.

“Saya ucapkan terimakasih kepada panitia dan para teman-teman media yang sudah menyuarakan pagelaran MFC ini. Insyaallah tahun 2024 kolaboratif dilaksanakan oleh beberapa dinas yang akan dikemas lebih baik,” katanya.

Hal ini lanjut orang nomor satu di Kota Malang bisa menggerakkan perputaran ekonomi.
“Ada UMKM, parkir semuanya bergerak sehingga ekonomi insyaallah semakin kuat,” tuturnya.

Sementara itu, M. Akbar Romadhani warga asal Bojonegoro menyebutkan, pagelaran MFC ini sungguh luar biasa. Sebab para peserta menampilkan kostum yang begitu megah. Sampai-sampai demi menyandang peringkat nomor satu dalam pagelaran MFC, ia (Peserta) rela membawa kostum yang cukup berat.

“Sampai ada yang mau jatuh ke lantai, dan ada yang copot kostumnya. Namun masih bisa diperbaiki,” katanya.

Selai itu, perjuangan untuk bisa menonton pagelaran MFC disebut penuh tantangan. Sebab harus berdesak-desakan dengan penonton agar bisa melihat penampilan tersebut.

“Di sepanjang jalan ramai penuh dengan manusia. Tapi Alhamdulillah saya masih bisa menonton kegiatan ini. Sungguh luar biasa,” tutupnya. (cw2)