Berita  

Petani Ringinsari Sumawe Budidaya Ribuan Batang

Petani Ringinsari Sumawe Budidaya Ribuan Batang
: H.Achmad Toha petani Vanili Desa Ringinsari bersama H.Sugeng Hadi Prayitno Petugas PPL Sumbermanjing Wetan

Malang, Memo X

Vanili,salah satu komoditi yang diminati oleh petani.Hal ini  dikarenakan media tanamnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Vanili dapat ditanam dimana saja, makanya banyak petani yang suka menanam vanili. Selain karena media tanamnya yang mudah harganya juga menggiurkan petani.

Untuk membangkitkan kembali kejayaan para petani tanaman vanili di Malang Selatan tahun 1985 silam,H.Achmad Toha warga Rt 22 Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan(Sumawe) Kabupaten Malang,kini pihaknya membudidaya tanaman asal negara Meksiko ini sebanyak 1200 batang.

“Kami budidaya tanaman vanili ini sejak tiga tahun lalu. Meski diatas lahan yang tidak begitu luas,tetapi untuk jumlah keseluruhannya sudah mencapai 1200 batang proses berbuah,”ujar Achmad Toha Rabu (7/9/2022) kemarin.

Dikatakan Achmad Toha,untuk harga jual vanili basah saat ini sebesar Rp 250 ribu/kilogram.Sedangkan untuk harga vanili kering yang sudah masuk Standar Operasi Prosedur(Sop)saat ini bisa tembus diharga Rp 3 juta/kilogram.

“Untuk  kebutuhan vanili tingkat dunia,saat ini baru terkafer  sebesar 30 persen.Yang jelas,kedepan harga  vanili ini akan terus merangkak naik”,imbuh petani sekaligus penyedia aneka bibit tanaman jenis holtikultura ini.

                Lebih jauh,Achmad Toha juga memaparkan mulai proses budidaya   vanili  hingga berbuah.Tanaman vanili mulai berbunga pada umur sekitar 2 tahun setelah tanam. Bunga vanili akan menjadi buah setelah 9 bulan dari terjadinya penyerbukan. Produktifitas panen kali pertama, biasanya masih sedikit dan akan terus bertambah di panen-panen tahun berikutnya.

“Kami akan terus memberi motivasi.Itu karena  sudah banyak petani yang mulai ikut menanam,” pungkasnya. Sementara itu, H.Sugeng Hadi Prayitno,seorang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL)Kecamatan Sumbermanjing Wetan mengatakan,untuk  membangkitkan kembali membangkitkan tanaman yang indentik punah ini,terhitung sejak 3 tahun lalu pihaknya melakukan penelitian di sejumlah desa.

Hal itu, karena sejak  hampir 20 tahun belakangan,tanaman dengan bahasa Latin vanilla planifolia ini tidak laku dipasaran. “Untuk saat ini penjualan vanili sudah mulai laku dipasar internasional,”  terang Sugeng saat kroscek perkembangan tanaman vanili Rabu(7/9/2022) kemarin.

                Dikatakan Sugeng,dengan mulai menggeliatnya beberapa petani vanili di beberapa wilayah Kecamatan Sumawe,meski baru terhitung dengan jari tangan,ia terus mengembangkannya hingga kembali gemilang seperti puluhan tahun sebelumnya. “Untuk budidaya vanili milik Achmad Toha ini sebagai edukasi di wilayah Kecamatan Sumawe yang ada, seperti di Desa Tambakasri,Argotirto dan Harjokuncaran dengan luas seluruhnya sekitar 1,5 hektar,” pungkas Sugeng