Malang, Memo X
Konsolidasi Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dimana kali ini UMM mengadakan Pidato Kebangsaan Konsolidasi Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah digelar tanggal 5-7 September 2022 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Rektor UMM, Dr.Fauzan., M.Pd mengatakan bangga menjadi penyelenggara Konsolidasi Anggatan Muda Muhammadiyah se Indonesia pada Rabu (07/09/2022).
“UMM menjadi tempat konsolidasi angkatan muda Muhammadiyah se Indonesia. Acara ini dinilai tepat untuk menanamkan rasa kebangsaan menghadapi tantangan yang akan datang. UMM menggagas Center of Future of Work. Itu semua didasarkan pada semangat untuk menyelamatkan Indonesia kedepannya. Acara ini sendiri saya berarti kasih atas kehadiran banyak pihak seperti Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo., M.Si, Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda jawa Timur, Bupati Malang, dan dari PP Muhammadiyah baik PP Muhammadiyah Pusat dan PP Muhammadiyah Jawa Timur,” ungkap Rektor UMM, Dr.Fauzan., M.Pd.
Bagi sebuah negara, stabilitas politik adalah salah satu syarat utama dalam upaya pembangunan. Hal tersebut disampaikan oleh Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si dalam Penutupan Konsolidasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (7/9) lalu.
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi. Pun dengan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni diiringi dengan para pimpinan Ortom.
Sigit, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan akan keamanan dan kedamaian. Apalagi kini Indonesia berupaya melakukan transformasi ekonomi dan menginginkan pertumbuhan ekonomi antara 5-6 persen. Sekalipun berada di tengah situasi global yang sulit. Maka, hal penting yang perlu ditingkatkan adalah aspek sumber daya manusia (SDM). Untuk menyukseskan itu, maka Sigit mendorong AMM untuk berkontribusi dengan berbagai cara untuk memajukan bangsa. Ia juga menilai bahwa terobosan yang disiapkan UMM, yakni Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW) bisa mengisi program besar pemerintahan Indonesia.
“Pun dengan pembangunan infrastruktur yang bisa mendukung dalam upaya melahirkan SDM yang andal. Selain itu penyederhanaan regulasi dan stabilitas politik,” tambahnya.Sigit juga menegaskan bahwa Polri sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan negara. Salah satunya terkait moderasi beragama. Ia mengatakan bahwa program Presisi yang dilaksanakan Polri selama salah satu sumbernya berasal dari Muhammadiyah.
“Saya mengapresiasi Muhammadiyah yang merupakan organisasi besar di Indonesia dengan segala sumbangsihnya terhadap bangsa. Salah satunya kesigapan dalam menangani Covid-19 selama ini. Saya juga memiliki harapan besar pada AMM dan percaya adik-adik mahasiswa dapat mengisi sektor-sektor pemerintah dengan kemampuan yang dimiliki. Selama teman-teman mampu menjaga persatuan para angkatan muda, maka tentu kita akan menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan baik,” ungkapnya. (wdy/man)






