Gugur di Bumi Cenderawasih, Keluarga Prada Shandi Kecewa Tidak Mendapat Kabar

Pamekasan, Memox.co.id – Prada Mar Shandi Darmawan, salah satu anggota Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Asal Dusun Bilia’an, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, meninggal dunia di Kota Sorong, Papua, Senin, (18/07/22). Keluarga hanya pasrah menunggu keadilan anaknya.

Sebelumnya, Shandi dirawat di RSAL Dr. Oetojo Kota Sorong Papua, sejak Jum’at 15 Juli 2022. Kemudian, pada Sabtu 16 Juli 2022 sekitar Jam 19:57 WIT Shandi menghembuskan nafas terakhir. Diketahui, Shandi mengalami luka di bagian punggung dan dada.

Kakak kandung Sandhi, Linda Fuji Lestari mengatakan bahwa sebelumnya kabar yang diterima keluarga, terkait meninggalnya Shandi tersebut karena terkena penyakit malaria. Namun, ketika keluarga melihat beberapa foto nampak janggal dan tidak masuk akal.

“Tanggal 16 Juli setelah maghrib, dapat kabar adik saya meninggal. Dan sebelumnya keluarga tidak diberikan kabar, terkait adik saya yang sakit dan masuk ke kamar ICU,” katanya.

Linda menambahkan, bahwa sejak tanggal 7 juli adiknya tidak bisa dihubungi. Setelah itu, tanggal 11 Juli ada telfon masuk, ternyata adiknya. Dan janggal karena yang biasanya pakai bahasa Madura, malah berubah menggunakan bahasa Indonesia. Dan Linda mendengar suara, bahwa adiknya disuruh mengatakan jikalau handphone miliknya terjatuh dan rusak.

“Kami kecewa, karena pihak keluarga tidak diberikan kabar, kalau adik saya masuk ke rumah sakit. Apalagi sudah ke kamar ICU berarti kan sudah parah,” ucapnya.

Diketahui, Jenazah Shandi sampai di kediamannya di bumi Gerbang Salam Pamekasan, Pada Minggu 17 Juli sekitar jam 19:00 WIB. Isak tangispun mengiringi pemakaman Shandi, sebab keluarga tidak tau betul penyebab kematian sang marinir muda alumni SMAN 2 Pamekasan tersebut.

“Terkait foto yang beredar di media, dan kabarnya adik saya di aniaya oleh seniornya. Kami belum bisa memberikan tanggapan, karena hasil otopsi juga belum keluar. Kami hanya bisa pasrah, dan menunggu kabar dari pimpinannya,” imbuhnya.

Linda juga menyampaikan bahwa Kasus kematian adiknya ini, sudah ditangani oleh pimpinan satuannya. Namun, Linda berharap ada keadilan untuk adiknya, Karena luka ditubuh adiknya tidak wajar. (Azm/Srd)