Diskop UKM Sukses Laksanakan Praktek Pembuatan Jajan Ala Korea

Pamekasan, Memox.co.id – Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pamekasan Sukses melaksanakan pelatihan pembuatan olahan kue ala Korea bersama para pelaku UMKM,  di gedung PKPRI,  Kamis(16/06/22). Buktinya, pelatihan yang digelar mulai 14-16 itu berjalan lancar.

Sebelumnya, pada pelatihan wirausaha kemandirian pada peserta UKM, Diskop Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Pamekasan menggelar pelatihan vokasional produk UKM selam 3 hari dengan 40 peserta.

Pada kegiatan tersebut, antusias peserta dalam mengikuti kegiatan selama tiga hari tersebut sangat merespon positif. Kegiatan dilakukan melalui praktek secara langsung bagaimana cara pembuatan kue baik tradisional, nasional hingga kue ala-ala Korea.

Kepala Diskop UKM Pamekasan Muttaqin S. Sos. M.si Melalui Kabid Perbedayaan koperasi, Dra. Helda Yusita. M. Psi, menjelaskan, antusias peserta memperoleh pengetahuan baru tentang bagaimana cara pembuatan kue sangat tinggi. Buktinya, banyak peserta yang tidak terlalu tahu namun dengan adanya pemateri yang mempuni mampu memberikan edukasi terhadap semua peserta hingga mereka mampu dan bisa melakukan sesuai apa yang diharapkan pada pelatihan.

“Alhamdulillah dari pelatih yang selama 3 hari ini bisa dikatakan sukses. Karena kalau di presentasikan sekitar 90 persen berhasil. Kami sendiri memang mendatangkan pemateri dari Surabaya dan semua langsung praktek tidak hanya teori saja,” ungkapnya.

Helda menambahkan adanya pelatihan praktek pembuatan jalan dan kue tradisional hingga pelatihan ala Korea diharapkan masyarakat mampu mengaplikasikan. Hasil pelatihan, bisa dipasarkan oleh Koperasi UKM Pamekasan untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi Pamekasan.

“Harapan besar pemerintah dalam kegiatan tersebut bagaimana mampu bermanfaat kepada masyarakat. Khususnya, kepada UKM sebagai anggota koperasi. Baik dari jajanan tradisional hingga kue ala-ala Korea yang telah di pelajari. Sehingga mampu untuk nanti bisa di ikutkan pada pasar UKM Pamekasan sendiri,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta Elma Syafina mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan edukasi terhadap pengembangan pengetahuan pada pembuatan kue dan jajan tradisional. “Saya sangat senang karena bisa ikut UMKM ini. Karena dari sini saya baru tahu bagaimana cara mengelola jajan yang tepat apalagi sampai pembuatan jajan seperti di Korea,” paparnya.

Wanita asal Teja itu berharap agar kedepannya bisa kembali lagi ikut serta dalam pembelajaran pembuatan jajan masa kini. Karena baginya pelatihan itu merupakan keilmuan yang perlu dilaksanakan dan diikuti bagi peserta yang belum.

“Pesan saya untuk masyarakat yang belum tau pelatihan UMKM untuk segera konsultasikan dan ikut serta. Sebab, disini saya bisa tahu bagaimana cara pembuatan produk yang tepat dan baik,” tandasnya. (udi/srd)