Jember, Memox.co.id – Upaya Pemprov Jatim dalam mengatasi pandemi Covid-19, ditambah dengan adanya varian Delta yang sempat membuat wilayah Jawa Timur menjadi zona merah. Dibuktikan dengan saat ini sudah ada 29 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berada pada kondisi PPKM Level 2 dan 3.
Sehingga terkait proses belajar mengajar (PBM) dapat dilaksanakan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bertahap. Agar jangan sampai mengakibatkan adanya klaster baru lagi.
Namun demikian, meskipun sudah diterapkan PTM terbatas bertahap. Diakui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Juga masih ada pembelajaran dengan cara virtual. Namun tidak dilakukan secara penuh.
Terkait upaya mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah Jawa Timur. Khofifah juga menekankan agar seluruh daerah tetap berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Alhamdulillah di Jawa Timur yang PPKM level 2 dan 3, ada 29 kabupaten/kota. Untuk Jawa Timur sejak 3 hari yang lalu tidak ada zona merah,” kata Khofifah disela kegiatan peninjauan vaksinasi serentak se Jawa Timur di Kabupaten Jember, Kamis (2/9/2021).
Dengan kondisi ini, katanya, artinya proses PTM Terbatas bertahap sudah dapat dilakukan. “Namun tidak kemudian sepenuhnya PTM Terbatas bertahap, tapi juga dilakukan Hybrid Learning, karena ada yang tatap muka dan Ada yang virtual,” katanya.
Hal itu harus dilakukan, kata perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini, sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus Covid-19. “Tentunya harus dilakukan penuh kehati-hatian dan protokol kesehatan ketat. Terlebih Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah,” katanya.

Terkait teknis cara meminimalisir penyebaran virus Covid-19 ataupun penyebaran varian baru delta. Khofifah mencontohkan penerapan Prokes di SMKN 5 Jember.
“Seperti di SMKN 5 Jember yang menurut saya Satgasnya keren. Satgas dari teman sebaya penting, karena saling mengingatkan temannya. Satgas dari guru juga penting, karena mengawasi dan membimbing. Satgas dari Perwakilan orang tua juga penting. Karena saling mensinergikan, antara Satgas murid, guru, dan perwakilan wali murid,” ulasnya.
Hal itu yang bisa dilakukan, menurutnya, untuk mengatasi pandemi saat ini. Tentunya ditambah dengan dilakukannya percepatan terkait vaksinasi. “Seminggu terakhir ini (Pemprov Jatim) melakukan koordinasi dengan Kemenkes, supaya dikirim lebih banyak vaksin yang bisa Digunakan remaja atau anak umur 12-17 tahun,” ucapnya.
Namun saat ditanya berapa jumlah vaksin yang saat ini ada, Khofifah enggan menjelaskan detail. Hanya menyampaikan merek vaksin yang disediakan. “Ini segmen yang harus kita maksimalkan, untuk mendapat kan vaksinasi. Jenisnya itu (yang cocok) sinovac,” katanya. (ark/tog/mzm)






