Pemkab Bondowoso Mulai Serius Kembangkan BRK

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Hj. Dra. Farida, M.Si.

Bondowoso, Memox.co.id – Kabar baik bagi petani kopi. Karena setelah cukup lama tidak diperhatikan pemerintah, kini mulai dilirik. Ternyata, BRK (Bondowoso Republik Kopi) memang layak dibranding lagi. Tidak tanggung-tangung, yang menginisiasi BRK adalah Wakil Bupati, H. Irwan Bahtiar Rahmat, SE, M.Si.

Diakuinya, selama 2 tahun kepemimpinannya, petani kopi kurang mendapatkan perhatian. “Bersamaan dengan program Ijen Geopark yang merupakan kegiatan internasional, kita orbitkan kembali BRK. Karena BRK merupakan salah satu instrumen yang membuat Bondowoso terkenal ke seantero dunia,” kata Irwan, sapaannya.

Di Bondowoso, lanjutnya, ada 2 area perkebubuan kopi yang cukup luas. Yaitu, Ijen Raung, yang meliputi Kecamatan Sumberwringin, Ijen dan sekitarnya. Dan lereng Hyang Argopuro, meliputi Kecamatan Pakem, Maesan dan Curahdami.

Ditambahkan, kedua kawasan tersebut sudah memiliki IG Klaster Kopi Arabica Java Ijen Raung. Sedangkan area Hyang Argopuro, mulai dari Kupang, Andungsari, Kecamatan Pakem dan Kecamatan Maesan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Hj. Dra. Farida, M.Si mengatakan, program BRK akan dianggarkan pada APBD Tahun 2022, tahun depan.

“Seluruh program prioritas pemerintah harus kita dukung bersama. Oleh karena itu, jika OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menangani BRK mengajukan anggaran, harus diloloskan. Aturan, harus tetap dipatuhi. Berproses lah, jangan sampai ada regulasi yang dilanggar. Sebab anggaran yang digunakan adalah dana publik yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Farida.

Kepala Diskoperindag,Sigit Purnomo.

Ditambahkan, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), intens melakukan pembinaan terhadap petani kopi. Tapi untuk tahun 2022 akan dimaksimalkan.

Bahkan, Farida akan memaksimalkan peran Diskominfo untuk menggaungkan BRK bukan hanya di Bondowoso, tapi ke seluruh pelosok nusantara. Seluruh instrumen akan dimaksimalkan fungsinya.

Hal serupa juga disampaikan Sigit Purnomo, Kepala Diskoperindag. Pihaknya sudah melakukan kegiatan untuk mendukung pengembangan BRK yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah. (sam/mzm)