Ketua DPRD: PKB Alat Perjuangan NU
Bondowoso, Memox.co.id – Terpilihnya KH. Junaidi Mu’thi sebagai Ketua Syuriyah dan KH. Abd. Qadir Syam sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Periode 2021-2026, diharapkan bisa membantu Pemkab dalam menjalankan programnya untuk Warga Bondowoso.
Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin secara virtual dalam penutupan Konfrencab (Konfrensi Cabang) NU yang diselenggarakan di 4 Pondok Pesantren dari hari jum’at hingga ahad kemarin.
“NU merupakan organisasi yang terbesar anggotanya di Bondowoso. Oleh karena itu saya berharap, selama kepemimpinan saya dan Pak Irwan, mohon kerjasamanya,” harap Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir mengatakan, PKB pada tahun 1998 dilahirkan oleh NU. Artinya PKB merupakan alat perjuangan NU di pemerintahan. “Sesuai motto Konfrencab kali ini, ‘Meneguhkan Komitmen Kebangsaan’, PKB siap menjalankan sesuai kapasitas. Menjaga NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara,” kata Dhafir sapaannya.
Bersama seluruh Pengurus PKB, Ketua DPRD ini mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Junaidi Mu’thi, sebagai Ketua Syuriyah dan KH. Abd. Qadir Syam sebagai Ketua Tanfidiyah PCNU periode 2021-2026.

Ditemui di lokasi Konfrencab, PP Darul Falah Cermee, Ketua Syuriah terpilih, KH. Junaidi Mu’thi mengatakan, proses pemilihannya, seluruh Ketua Syuriyah dari Ranting (Desa), MWC (Kecamatan) hingga PC (Kabupaten) memilih Ahwa (orang berkepribadian bertanggung jawab, melindungi, merawat, bermasyarakat, seimbang, dan simpatik).
“Ahwa yang terpilih adalah, KH. Junaidi Mukti memperoleh 233 suara, Drs. KH. Salwa Arifin 218, KH. Imam Barmawi 210, Drs H. Amin Said H 137 dan KH Sobri Wasil G 103,” kata Kyai Jun, sapaanya.
Alumni PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini menambahkan, 5 anggota ahwa tersebut yang memilih Ketua Syuriyah PCNU. Sistem ahwa ini sudah berjalan dua periode. Tujuannya menghindari salah pilih pucuk pimpinan NU di tingkat Kabupaten/Cabang. (sam/mzm)






