Program Agrosolution Dongkrak Produksi Pertanian

Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan (dok)

Banyuwangi, Memox.co.id – Dukung ketahanan pangan dan dongkrak produksi pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, optimalkan program Agrosolution.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan menyebut, salah satu terobosan yang akan dilakukan, untuk mendongkrak produksi pertanian akan mengoptimalkan program Agrosolution.

Menurutnya, tujuan program ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penyediaan input pertanian, permodalan, akses terhadap offtaker dan juga asuransi. Sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan petani.

“Agrosolution itu petani yang menjadi objek, ada pendampingnya. Mulai dari benih, olah lahan, pupuk, dan sebagainya terkait dengan Jasindo, terkait dengan asuransi. Sehingga ketika pada saat petani tidak panen nanti, ada asuransi, ada perbankan yang akan menanggung,” kata Arief.

Arief menjelaskan, jatah pupuk bersubsidi di Banyuwangi ada penambahan di tahun ini, seperti subsidi urea mengalami peningkatan sebanyak 60.623 ton, dari tahun sebelumnya yang hanya 49 ribu ton. Namun berapapun yang diberikan pemerintah terkait dengan kebutuhan pupuk subsidi tidak akan pernah cukup.

“Karena ketika pupuk yang diberikan banyak, masyarakat juga membelinya banyak. Padahal sudah ada aturannya maksimal hanya 2 hektar yang diberikan bantuan untuk penerima pupuk subsidi,” tandasnya.

Sehingga, lanjutnya, program Agrosolution dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

“Jadi Agrosolution itu petani tidak menggunakan pupuk subsidi, petani tidak juga mengeluarkan uang dari kantong pribadinya, tapi mereka akan ada yang membiayai, yaitu kur perbankan,” paparnya.

Lebih lanjut Kadis Pertanian dan Pangan mengatakan manfaat dari program Agrosolution ini. Diantaranya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian.

“Jika dalam satu hektar mendapat Rp 30 juta, dari pendapatan kotor tersebut dikurangi ongkos operasional sebesar Rp 15 juta, sisanya Rp 15 juta tersebut jadi keuntungan petani. Dengan cara ini petani cukup diam di rumah, sudah dapat menikmati keuntungan,” ucapnya.

Program ini, kata dia, sudah diimplementasikan sebagian di Kabupaten Banyuwangi. Untuk kedepannya, Dinas Pertanian akan melakukan perluasan lahan tanam sekitar 350 hektar untuk Agrosolution.

Pihaknya juga berharap ada terobosan baru yang nantinya diterapkan khususnya di sektor pertanian selain program Agrosolution.

“Program Agrosolution ini Kabupaten Banyuwangi yang memulai pertama kali. Harapan kami ada target lain, nantinya kita menginginkan ada satu kecamatan yang tidak menggunakan pupuk subsidi, kita akan mencoba program itu,” pungkas Arief. (ras/mzm)