MEMOX.CO.ID – Sangat ironis, Kota Batu sebagai kota destinasi wisata ternyata masih memiliki angka kemiskinan yang cenderung tinggi. Pasalnya, dari 250 ribu jiwa total penduduknya, masih sekitar 8 ribu jiwa di bawa garis kemiskinan, Senin (16/01/2023).
Berdasarkan dari data BPS Kota Batu dimana pada 2022 mencapai 8.063 jiwa dan pada 2021 juga masih berkisar di angka 8.630 jiwa serta pada 2020 di angka 8.120 jiwa. Selain itu, juga masih ditemukan warga miskin yang terkadang tidak masuk dalam pendataan penerima bantuan sosial.
Kepala Dinas Sosial Kota Batu Ririck Mashuri menuturkan jika pihaknya sudah melancarkan sejumlah program bantuan seperti rehabilitasi sosial, perlindungan, dan jaminan sosial lainnya. ”Seperti bantuan sosial pada lansia, bantuan sosial kepada penyandang disabillitas, bantuan sosial kepada veteran dan bantuan sosial kepada janda veteran,” tuturnya.
Selain itu, juga masih banyak bansos dari Dinsos eperti kepada keluarga prasejahtera, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan sosial kepada karyawan pabrik rokok, bansos inflasi, serta bantuan pengembangan ekonomi masyarakat. Sehingga dengan adanya program-program tersebut mampu mengentaskan mereka dari kemiskinan di tahun ini.
Sementara itu, Wakil DPRD 1 Kota Batu Nurrochman menegaskan ironi ini membuat Pemkot Batu melalui dinasnya untuk bisa melakukan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Jadi jangan program mercusuar sebagai gagah-gagahan saja, karena program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat itu bisa menekan angka kemiskinan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, Dinas Pariwisata yang selama ini belum secara langsung melalukan program yang bersentuhan langsung dengan pelaku seni karena selama ini mereka besar dengan sendirinya dengan tandang di berbagai daerah.
“Karena selama ini belum pernah ada yang program yang memfasilitasi pelaku seni untuk bertandang atas nama Pemkot Batu serta promosi dari dinas terkait. Begitu pula dinas-dinas yang lainnya harus bisa melalukan program serupa yang bisa membantu dalam mengentaskan kemiskinan,” tandasnya. (rul/fik)
