Bondowoso, Memox.co.id – Anggota DRD (Dewan Research Daerah) sejak bulan Januari hingga Agustus 2021 sudah tidak menerima gaji. Namun 9 anggotanya tetap aktif mengabdi pada pemerintahan SABAR (Salwa-Bahtiar).
Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua DRD, KH. Imam Thahir di ruang kerjanya uasi menerima Kepala Bappeda (Badan Pembangunan Daerah), Dra. Hj. Farida, M.Si pada Memo X, Kamis (26/8).
“Selama 8 bulan, kami bersama 8 anggota lainnya, masih menyumbangkan pemikiran pada Pemkab, walaupun sudah tidak di honor,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso ini.
Salah satu diantaranya, tambah alumni PP Nurul Jadid Paiton ini, memproses terbentuknya TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah). Jadi yang memproses lahirnya TP2D adalah DRD.
Hari ini (kemarin, red), jam 13.30, Bupati Drs. KH. Salwa Arifin akan mengukuhkan dan menyerahkan SK 7 anggota TP2D, yang dalam SK sebelumnya, anggota TP2D berjumlah 5 orang. Seluruh anggota DRD diundang untuk menghadiri pengukuhan dan penyerahan SK Pengurus TP2D oleh Kyai Salwa, sapaan Bupati. Namun tampaknya mereka enggan untuk menghadirinya.
Penjabat Sekda, Sukaryo juga tidak bisa hadir, karena ada acara di Surabaya. Thahir, sapaan alumni PP Nurul Jadid Paiton ini, mendapat 2 undangan. Diundang sebagai pribadi dan Ketua DRD.
Terbetik kabar, SK TP2D terbit lebih awal ketimbang Perbupnya. Kalau informasinya benar, Thahir mempertanyakan legalitasnya. Walaupun ‘didolimi’, Thahir Cs masih menyampaikan selamat atas dilantiknya Pengurus TP2D. (sam/mzm)
