MEMOX.CO.ID – Kabupaten Malang selalu menjadi jujukan para wisatawan. Pasalnya, Kabupaten Malang memiliki keberagaman destinasi, mulai dari alam, pantai, air terjun, hingga kuliner yang murah meriah. Oleh karena itu, pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, diperkirakan akan ada 379.500-379.800 wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mengatakan bahwa, sejumlah wisata yang akan dipadati oleh pengunjung antara lain, Pantai Malang Selatan (Malsel), lereng gunung Kawi atau yang sering dikenal Lembah Indah, dan kemudian gunung Bromo.
“Diprediksi tempat-tempat itu akan dipadati oleh pengunjung pada momentum Nataru,” katanya saat dikonfirmasi belum lama ini.
Apalagi, kata Mando sapaan akrabnya, setiap tahunnya selalu ada kenaikan wisatawan sekitar 5-8 persen saat Nataru. Tren ini sudah terjadi sejak 2023-2025 pasca Covid-19 mereda. Tahun ini ia memperediksi, wisatawan nusantara diperkirakan sekitar 378.000 orang, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 1.500-1.800 orang.
Untuk menjaga wisatawan tetap betah berkunjung ke Malang, ia mengaku sudah menghimbau agar pihak pengelola wisata menjaga fasilitas demi kenyamanan pengunjung maupun keamanan pengunjung.
Dilanjutkan Mando, biasanya wisatawan mulai datang ke Malang pada saat malam Natal 2025, hingga puncaknya saat malam tahun baru atau 31 Desember. Mereka tersebar di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang.
Namun, yang menjadi unggulan kami Adalah, masih tetap wisata alam. Misalnya wisata pantai. Walaupun kondisi perbaikan jalan menuju Malang selatan masih belum tuntas, namun dengan keindahan pantai itu, bisa menjadi magnet pengunjung.
“Contoh, wisatawan Pantai Tanjung Penyu pada November lalu saja ada 21.000 orang. Apalagi Desember-Januari yang menjadi puncaknya. Itu kami perkirakan bisa sampai lebih dari 50.000 orang pengunjung,” ucap Firmando.
Selain Malang selatan, destinasi wisata di wilayah pegunungan juga menjadi favorit. Misalnya Lembah Indah di lereng Gunung Kawi serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Wisata sumber air seperti Sumber Maron dan Sumber Sira juga menjadi andalan. Sebab, tempat wisata tersebut terjangkau bagi semua kalangan.
Kendati dengan demikian, pengelola destinasi wisata diimbau untuk menambah personel setiap musim liburan. Jika hari biasa ada sembilan orang yang bertugas, saat hari libur ada tambahan lima orang.
Selain itu, sebagai antisipasi cuaca ekstrem, pihaknya juga menyediakan bantuan medis dari puskesmas. Sebab, akan terjadi lonjakan pengunjung harian saat liburan. Jika saat hari biasa mencapai sekitar 1.000 pengunjung, saat musim liburan seperti Nataru bisa lebih dari itu. Karena itu, diperlukan tambahan personel untuk menjaga kondusifitas tempat wisata. (nif/han).






