Salah satu dokter umum di Puskesmas Sidoarjo, dr Indri Kartika Sari menjabarkan beberapa skrining yang terdeksi USG 2D jenis Ultrasonografi (USG) Obstetri Dasar Terbatas.
“Dengan USG jenis obstetri dasar terbatas ini, kami dapat mengetahui biometri janin (pengukuran, nilai normal, akurasi) serta perkiraan tafsiran gerak janin. Adanya USG ini juga nantinya diperlukan apakah pasien ada indikasi perlu merujuk ke faskes lanjutan atau tidak,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati mengakui implementasi fasilitas USG di 30 puskesmas ini, menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) sebanyak 7 USG. Sedangkan 23 USG lainnya mendapatkan hibah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Dalam mengimplementasikan proyek ini, kami mendapatkan hibah dari kemenkes dan anggaran DBHCHT,” tandasnya.
Berikut ini ke 30 Puskesmas yang dilengkapi fasilitas USG 2D :
1. Puskesmas Tarik
2. Puskesmas Prambon
3. Puskesmas Krembung
4. Puskesmas Porong
5. Puskesmas Kedungsolo
6. Puskesmas Jabon
7. Puskesmas Tanggulangin
8. Puskesmas Candi
9. Puskesmas Tulangan
10. Puskesmas Kepadangan
11. Puskesmas Wonoayu
12. Puskesmas Sukodono
13. Puskesmas Sidoarjo
14. Puskesmas Urangagung
15. Puskesmas Sekardangan
16. Puskesmas Buduran
17. Puskesmas Sedati
18. Puskesmas Waru
19. Puskesmas Medaeng
20. Puskesmas Gedangan
21. Puskesmas Ganting
22. Puskesmas Taman
23. Puskesmas Trosobo
24. Puskesmas Krian
25. Puskesmas Barengkrajan
26. Puskesmas Balongbendo
27. Puskesmas Sidodadi
28. Puskesmas Tarik 2
29. Puskesmas Wonokasian
30. Puskesmas Tambakrejo. (par/wan)






