Indeks
Hukum  

25 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumenep

Diguncang Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo

Sumenep, Memo X

Lagi-lagi Kabupaten Sumenep baru-baru ini diguncang gempa bumi dengan kekuatan 5,0 magnitudo.  Informasi ini berdasarkan keterangan Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Usman Khalid menjelaskan, bahwa sebanyak tiga kali gempa dirasakan di sejumlah daerah di Sumenep, terutama di wilayah tenggara, seperti Pulau Raas dan Pulau Sepudi.

“Pusat gempa di 84 kilometer arah tenggara. Yang paling merasakan, selain Pulau Raas dan Sepudi, termasuk Singaraja, Denpasar, Situbondo dan Banyuwangi,” kata Usman lewat sambungan selulernya.

Dia juga merinci beberapa gempa suaulam yang terjadi di kepulauan Sumenep. “Gempa pertama pada pukul 08.22 dengan kekuatan 5,0 magnitudo selanjutnya, Gempa susulan pada pukul 08.48 dengan kekuatan lebih kecil yakni 3,0 magnitudo. Dan Beberapa menit kemudian, setelah gempa kedua, disusul dengan gempa ketiga dengan kekuatan 3,6 magnitudo,” terangnya lagi.

Akan tetapi dia juga menghimbau kepada maayarakat untuk tenang dan tidak gampang percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. “Saya imbau kepada masyarakat, agar jangan percaya informasi selain dari yang berwenang,” pungkas Usman.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Keropoh, Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep, H. Rahmawi, disebutkan bahwa terdapat 25 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Bahkan, satu rumah warga rusak berat, yakni milik Nisa, warga Dusun Ambulung, Pulau Raas.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,22 LS dan 114,56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah tenggara Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, pada kedalaman 5 km. “Gempa berlokasi tepatnya di laut pada jarak 83 KM tenggara kota Sumenep. Warga dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pintanya.

Guncangan dari gempa bumi ini dirasakan di Pulau Sapudi dan Raas dalam skala intensitas III-IV MMI. Sedangkan di Kangean dan Arjasa warga melaporkan hanya merasakan getaran sebentar. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, jadi masyarakat agar tetap tenang,” tandasnya. (hab/edo)

Exit mobile version