Indeks

160 Double Cabin Jelajahi Kawah Wurung, DCAB-ID Promosikan Wisata Bondowoso

160 Double Cabin Jelajahi Kawah Wurung, DCAB-ID Promosikan Wisata Bondowoso
PIC Bondowoso A-19 DCAB-ID sekaligus Owner Raung Ijen Overland, Dendy Ramadhani Pratama, bersama Ketua Chapter A-19 DCAB-ID Jawa Timur, Dika Imanda, dan Ketua Pelaksana A-19 DCAB-ID sekaligus Ketua DCAB Region Surabaya, Syarifudin, dikonfirmasi, Sabtu 24 Oktober 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Komunitas Double Cabin Indonesia (DCAB-ID) memperingati 19 tahun perjalanan komunitas dengan menggelar kegiatan berkemah bersama. Kegiatan ini diikuti sekitar 160 kendaraan double cabin dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Lampung, Cirebon, Surabaya, hingga Probolinggo, di kawasan wisata Kawah Wurung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata, kuliner, dan budaya Bondowoso kepada peserta dari berbagai wilayah.

PIC Bondowoso A-19 DCAB-ID sekaligus Owner Raung Ijen Overland, Dendy Ramadhani Pratama, mengatakan pemilihan Kawah Wurung sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya memperkenalkan destinasi wisata Bondowoso secara lebih luas.

“Alhamdulillah, keputusan ini sejalan dengan arahan Bapak Bupati Bondowoso agar seluruh warga Bondowoso dapat menjadi duta wisata bagi daerahnya sendiri. Kami ingin mengenalkan potensi Bondowoso kepada khalayak luas, khususnya menegaskan bahwa Kawah Wurung adalah milik Bondowoso,” ujar Dendy.

Menurutnya, panitia sebelumnya mempertimbangkan sejumlah lokasi alternatif, seperti Muntilan di Jawa Tengah, Pronojiwo di Lumajang, hingga Ciwidey di Jawa Barat. Kawah Wurung akhirnya dipilih untuk mendukung promosi pariwisata daerah.

Panitia juga merancang kegiatan agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Peserta diwajibkan melewati jalur utama Bondowoso saat menuju lokasi serta berbelanja kebutuhan perjalanan di wilayah tersebut.

Produk lokal, termasuk tape sebagai kuliner khas Bondowoso, diharapkan memperoleh manfaat dari kedatangan rombongan. Selain itu, warga dan pelaku usaha lokal dilibatkan dalam penyediaan kebutuhan kegiatan, termasuk tenda dan perlengkapan berkemah.

“Salah satunya produsen tenda campervan lokal berkualitas, Hunay, yang juga produk asli buatan warga Bondowoso,” ujarnya.

Dia menjelaskan promosi daerah juga dilakukan melalui pertunjukan seni budaya khas Bondowoso dalam agenda malam keakraban. Dendy berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengenalan peserta terhadap kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai destinasi persinggahan wisata di Jawa Timur.

“Ternyata Bondowoso punya budaya yang spesial juga, dari tariannya dan lainnya” jelasnya.

Ketua Chapter A-19 DCAB-ID Jawa Timur, Dika Imanda, mengatakan kegiatan komunitas kini semakin mengarah pada konsep family camping dan campervan. Konsep tersebut memungkinkan anggota mengikuti kegiatan bersama keluarga, sekaligus mempererat hubungan antaranggota.

Menurutnya, aktivitas DCAB-ID tidak terbatas pada kegiatan otomotif dan pertukaran informasi kendaraan, tetapi juga mencakup kegiatan sosial melalui DCAB Rescue serta rekreasi bersama keluarga.

“Bapak-bapak yang semula izinnya pergi sendirian. Karena bareng-bareng, pasti dibolehin akhirnya, ” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana A-19 DCAB-ID sekaligus Ketua DCAB Region Surabaya, Syarifudin, mengapresiasi pemilihan Kawah Wurung sebagai lokasi kegiatan. Ia menilai kawasan tersebut memiliki pemandangan alam yang menarik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.

Sebelum menuju lokasi utama, rombongan juga mendapat rekomendasi perjalanan melewati sejumlah destinasi, di antaranya pemandian air panas lokal, kawasan geosite Ijen Geopark, dan Teduh Glamping.

“Viewnya Kawah Wurung (Kawu, red) bagus banget. Kemarin Pak Presidennya DCAB ID berkendara kesini juga,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Wati, anggota komunitas asal Cirebon, turut hadir bersama keluarganya. Bersama suami, ia mengelola kanal YouTube Double Gardan Suramadu dan memiliki pengalaman melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil ke sejumlah negara, termasuk Jerman dan Timor Leste.

“Kami memang hobi berkendara jauh,” ucapnya.

Sebelum mengikuti kegiatan di Kawah Wurung, Wati dan keluarganya terlebih dahulu mendaki dan berkemah di kawasan Kawah Ijen. Ia mengatakan perjalanan overland membutuhkan persiapan fisik, mental, logistik, serta kondisi kendaraan yang memadai.

“Kuncinya harus tahu situasi lokasi tujuan,” pungkasnya.

Rangkaian peringatan 19 tahun DCAB-ID di Kawah Wurung juga diisi dengan kegiatan berkemah, malam kebersamaan, dan tukar kado antarpeserta. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada musim kemarau dengan kondisi lintasan yang cukup berdebu, tetapi tidak mengurangi antusiasme peserta menikmati perjalanan dan panorama alam setempat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan, bersama Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir.

Melalui kegiatan ini, DCAB-ID diharapkan dapat memperkuat persaudaraan antaranggota sekaligus mendorong promosi wisata dan perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha serta masyarakat Bondowoso.(rif/syn)

Exit mobile version