Pencegahan melalui imunisasi ini harus dilakukan dengan mengerahkan seluruh jaringan yang terkait di tingkat bawah. Semua tokoh dilibatkan agar bagaimana polio ini bisa tercegah dengan tetes imunisasi.
“Tetesnya manis dan tidak pahit. Serta bukan disuntik. Jadi kami sampaikan sekali lagi kepada masyarakat, bukan disuntik dan hanya ditetes manis. Anak-anak tidak akan rewel dan tidak akan menangis,” jelas Ugas Irwanto.
Oleh karenanya, Ugas Irwanto memohon kepada orang tua untuk menyempatkan datang ke pos PIN polio terdekat. Harapannya, jika belum datang pada detik-detik terakhir tanggal 21 Januari 2024, pihak petugas untuk datang menjemput bola ke rumah-rumah yang ada anak kecil dan masih belum diimunisasi.
Begitu juga, targetnya bagaimana imunisasi polio sukses 100 persen dari jumlah anak balita yang ada di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dengan terus berkomunikasi dan mendata secara valid progresnya serta membangun komunikasi dengan seluruh jaringan mulai Forkopimda, Forkopimka, ormas serta petugas-petugas di lapangan mulai dari kader posyandu dan KB.
“Kabupaten Probolinggo harus bebas polio karena target dari pemerintah pusat itu tahun 2024 zero. Sampai kapanpun tetap tidak ada penyakit polio,”katanya. Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menyebut, polio itu gejalanya adalah lumpuh layu akut kurang dari 2 minggu.
Apabila tidak segera diobati kemudian akan menimbulkan kecacatan secara permanen.“Jadi lumpuh dan cacatnya itu seumur hidup. Polio itu tidak ada obatnya dan tidak dapat disembuhkan. Tetapi dapat dicegah dengan pemberian vaksi polio,”sebutnya.
Demikian juga, polio ini sebenarnya dari virus dan penyebarannya melalui tinja anak yang sakit polio. Kemudian mencemari lingkungan sehingga lingkungannya itu terinfeksi atau terkontaminasi oleh virus polio.
Saat masuk ke dalam makanan yang tidak bersih, itulah yang menyebabkan orang tertular sehingga pencegahannya tetap sama untuk semua golongan virus melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Mari sukseskan pelaksanaan Sub PIN Polio di Kabupaten Probolinggo untuk menuju Kabupaten Probolinggo bebas penyakit polio,” pungkas Dewi Veronica. (hud/man)






