Wisatawan Luar Madura Sesalkan Pasar Batik Terbesar se-Asia tenggara Tidak Sesuai Harapan

Pamekasan, Memox.co.id – Bertempat di Pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih, Pamekasan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan resmikan branding pasar batik terbesar se-Indonesia bahkan se-Asia Tenggara, pada Sabtu (2/10/19) lalu.

Branding pasar batik terbesar itu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi dan belanja. Namun, kenyataan berbanding balik, lantaran beberapa waktu yang lalu wisatawan luar Madura hendak berbelanja ke pasar batik 17. Namun dengan terpaksa harus kembali dan lebih mengunjungi batik Klampar. Hal itu disampaikan langsung oleh Kordinator Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) wilayah Pamekasan, Mohammad Arifin Hanifi.

“Pasar batik terbesar se-Asia tersebut dinilai tidak sesuai harapan oleh pengunjung. karena, kata Pengunjung tersebut tidak ditemukan batik tetapi malah pasar rakyat yang dijual bukan batik, tapi malah hewan ternak,” ungkapnya, (22-09-22) lalu.

Tidak hanya itu, demi memenuhi keinginan pengunjung dalam berbelanja batik, Asprim  mengarahkan dan membawa wisatawan tersebut ke Batik Klampar, Proppo.

Sementara itu, setelah dikonfirmasi adanya pasar Batik se-Asia yang dinilai tidak sesuai harapan pengunjung wisatawan, Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyampaikan kalau masih belum ada anggarannya. “Anggarannya belum cukup,” ungkapnya, Kamis (29-09-22).