Website LPSE Trenggalek Tak Akurat

BENDUNGAN : Proyek Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek (MYC) sudah diresmikan Presiden RI Joko Widodo dibulan November 2021 lalu (memox/mil)

Trenggalek, Memo X – Proyek lelang Penanganan Lereng Spillway Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek (MYC) senilai Rp. 83.281.124.000,00 dengan kode paket 5531391 yang tertera di website dengan alamat  http://lpse.trenggalekkab.go.id kecolongan. Tidak sedikit kontraktor yang merasa tertipu dengan pengumuman tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Yudha Tantra Ahmadi, mengaku banyak menerima keluhan. Akhirnya membuat klarifikasi soal pengumuman tersebut melalui media sosial instagram milik Balai Besar Wilayah Sungai.         

“Memang banyak kontrak palsu. Hingga kami sudah umumkan melalui instagram terkait kontrak palsu. Banyak sekali kasus penipuan yang seperti ini, soal  jual beli apa proyek. Intinya  sudah kita laporkan di IG,” kata Yudha saat dikonfirmasi.

 Ia lanjutkan, soal lelang itu penipuan.  Semua proyek sudah selesai dan tida ada lagi. Kini tinggal masa pemeliharaan selama 365 hari berarti sampai dengan November 2022. Memang ada tiga tahapan  pertama paket pembangunan Bendungan tubuh tahap 1 nya kita kontrakan 2013 akhir sampai dengan tahun 2018 akhir. Kemudian disusul paket Pembangunan yang dilaksanakan tahun 2018 sampai 2022 dan paket yang kita laksanakan pada 2018 sampai tahun 2021.

Proyek tersebut sudah diresmikan Presiden RI Joko Widodo dibulan November 2021 lalu, Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Tugu Trenggalek saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Oleh karena itu, saat ini Bendungan Tugu belum bisa dibuka secara umum sampai bulan November 2022 mendatang.

Diketahui, ini merupakan salah satu dari 61 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Di samping melayani daerah irigasi dan air baku, Bendungan Tugu juga memiliki potensi tenaga listrik sebesar 0,4 megawatt.

Mengingat lokasi Bendungan Tugu yang ada di jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, dan masih banyak beberapa desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik. Diharapkan pasca program ini selesai, manfaatnya bisa dirasakan bagi masyarakat .

Ia juga menambahkan banyak manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat dengan adanya Bendungan Tugu. “Bendungan Tugu diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian, fungsi irigasi dan fungsi pengendalian banjir, selain itu dapat digunakan sebagai pembangkit listrik dan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi,” pungkas Yudha.

Untuk tahapan selanjutnya, sambungnya, hasil kunjungan ini akan disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Berharap, hasil ini bisa segera dikoordinasikan dengan Menteri PUPR dan mendapat persetujuan untuk tahap selanjutnya. (mil/ned)