Waspda Serangan Hepatitis A

Virus Mematikan di Dunia

Surabaya, Memox.co.id – Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan menjadi perhatian banyak pihak. Upaya pencegahan dan penanganan juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jatim bersama Pemkab Pacitan.

Salah satu upaya mengurangi penyebaran penyakit dilakukan dengan menghimbau penderita Hepatitis A yang memasuki masa pemulihan untuk istirahat total selama sebulan.

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Jatim, dr Setya Budiono mengungkapkan bagi masyarakat yang sudah sakit, dimohon berobat ke puskesmas terdekat atau dokter.

“Setelah gejala kuning hilang, harus istirahat total sebulan dan jangan bepergian meskipun tidak rawat inap,” lanjutnya, kemarin.

Selain itu, penerapan pola hidup bersih juga harus dilakukan seperti yang sehat. Mulai dengan mencuci tangan saat sebelum dan sesudah buang air besar dan kecil, sebelum dan sesudah memasak dan makan.

Serta bagi yang sehat sebelum dan sesudah merawat pasien dengan hepatitis A juga harus mencuci tangan.

“Kemudian makan makanan sehat dan matang, air juga harus dimasak lebih dahulu selama KLB mohon tidak mengkonsumsi makanan mentah,”urainya.

INFOGRAFIS SOAL HEPATITIS A

Kalaupun terpaksa, lanjutnya, makanan mentah harus dicuci dengan baik. Misal buah Jambu karena tidak mungkin direbus, maka dicuci dengan sabun buah. “Kami sudah melakukan penyelidikan epidemologi untuk mengetahui pola sebaran dan mekanisme penularannya yang terjadi. Sehingga bisa memutus rantai penyebaran dan tidak menyebar lebih luas,” jelasnya.

Saat ini,dikatakannya, Pemkab Pacitan sudah menggerakkan seluruh fasilitas kesehatan untuk mendukung layanan tata laksana pengobatan.

Di puskesmas, petugas kesling sudah melakukan kaporitsasi, kemudian meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Perilaku ini menjadi pengobatan efektif untuk KLB,” urainya.

Sebagaimana diketahui, virus hepatitis adalah salah satu virus mematikan di dunia, dengan jumlah korban jiwa sebanyak korban AIDS atau tuberkulosis (TBC), demikian laporan penelitian yang diterbitkan jurnal kesehatan, The Lancet.

Laporan ini memperkirakan infeksi hepatitis dan komplikasinya merenggut 1,45 juta jiwa pada 2013, walaupun tersedia vaksin dan perawatan untuk para penderita hepatitis. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan adanya jumlah kematian yang terkait dengan AIDS sebesar 1,2 juta jiwa pada 2014, sedangkan TBC sebesar 1,5 juta jiwa.

WHO telah mencanangkan strategi global untuk menanggulangi virus hepatitis. Virus hepatitis yang dimaksud di sini termasuk dalam semua lima jenis (dikenal dengan A, B, C, D, E). Beberapa di antaranya dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh sedangkan hepatitis A dan E ditularkan karena makanan atau air yang terkontaminasi. (sur/lif/jun)