Warga RW 14 Ngaglik Kota Batu, Ubah Sampah Menjadi Berkah

TIMBANG : Pemuda RW 14 Ngaglik Batu yang tengah sibuk memilah sampah. (red)

Batu, Memox.co.id – Salah satu negara pemasok sampah plastik terbesar di dunia adalah Indonesia. Hal ini menyebabkan polusi lingkungan yang tak terhindarkan. Untuk mengurangi sampah tersebut, sekumpulan anak muda RW 14 Kelurahan Ngaglik Kota Batu berinisiatif membuat bank sampah. Seperti apakah?

Tujuannya selain untuk mengurangi sampah plastik yang terbuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Dan yang menggembirakan, kegiatan ini bisa menambah pendapatan.

Karena itu mereka mengumpulkan warga di RW 14 dan mendirikan bank sampah. Sampai sekarang, bank sampah yang mempunyai slogan “Mengubah Sampah Menjadi Berkah” ini telah mempunyai nasabah sebanyak ratusan orang yang terdiri 3 RT di RW 14.

Berdiri sejak 5 bulan lalu, antusias warga semakin meningkat. “Seiring berjalan waktu warga semakin ingin menyetorkan ke kami,” kata Bendahara bank sampah, Kiki ketika ditemui Memox.co.id Minggu (12/12/2021).

Ia menambahkan, selain untuk mengurangi sampah plastik yang terbuang percuma, bank sampah ini bisa menambah pemasukan keuangan bagi warga.

Penimbangan sampah kering dilakukan sebulan sekali, warga membawa sampah yang sudah terpilah dari rumah. Penimbangan dilakukan di balai RW 14 hingga sampai diambil oleh pengepul. Sekali pengumpulan sebanyak 250 kg lebih yang berhasil ditampung.

Jenis sampah yang bisa ditimbang antara lain kardus, duplek, kertas, koran, tas kresek, plastik, bak, kaca, sepatu yang sudah tidak dipakai, besi dan lain lain.

Kiki katakan semua sampah dari warga itu ditimbang. Kemudian dicatat di kartu warga selain dicatat di pembukuan. Semua dihargai Rp 1500/kg.

“Pastinya menguntungkan warga. Sebab pada saat menjelang lebaran atau bulan puasa sudah ada tabungan yang bisa diambil oleh warga,” kata Kiki yang kesehariannya berprofesi sebagai guru honorer di SDN Ngaglik 3 Batu.

Dea, salah satu pengurus bank sampah ini menambahkan, teknisnya tidak terlalu ribet. “Sampah itu dikirim oleh warga, ditimbang, dicatat. Setelah dipilah oleh teman-teman, nanti diambil oleh pengepul,” kata Dea yang kesehariannya jadi pengajar di SDN Sisir Batu ini.

Meski bank sampah ini sudah berjalan baik dan lancar, pengelola masih mempunyai harapan lebih. Yakni sampah ini tidak hanya sekedar dijual saja tetapi bisa ciptakan karya.

Dea ungkapkan, kalau sampah ini bisa menghasilkan karya pasti ada kebanggaan tersendiri. Misalnya sampah plastik yang terkumpul bisa diolah lagi jadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Semoga pihak yang terkait bisa membantu harapan kami. Dan, kami berharap tujuan mulia ini segera terealisasi,” tukasnya.

Tokoh masyarakat setempat, Prayit mengatakan sangat mendukung kegiatan para pemuda tersebut. “Pasti kami sebagai orang tua sangat mendukung kreatifitas mereka,” kata Prayit. (red)