Senada, Komunitas Animal Lovers Probolinggo, Hari Cahyono meminta wali kota untuk turut melibatkan para pecinta hewan dalam kegiatan-kegiatan di Pemerintah Kota Probolinggo. “Tujuannya, kami bisa bekerja sama mengisi acara yang digelar pemkot, seperti Hadipro, Semipro dan lain-lain sebagainya,”terannya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari mengatakan, setiap tahun, pada tanggal 4 Oktober ditetapkan sebagai hari hewan sedunia. Hari ini merupakan kesempatan untuk menghargai, melindungi, dan memahami keberagaman luar biasa kehidupan satwa di planet kita.
“Hari Hewan Sedunia juga mengingatkan kita akan tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga ekosistem yang kita bagi dengan berbagai jenis makhluk lainnya. Hewan adalah bagian integral dari keanekaragaman hayati di planet kita. Mereka datang dalam berbagai bentuk, ukuran, dan peran dalam ekosistem,” jelasnya.
Begitu juga, melindungi hewan-hewan ini adalah kunci untuk menjaga keanekaragaman hayati dunia. Hewan juga memiliki nilai budaya yang signifikan. Mereka sering menjadi simbol dalam cerita, mitos, dan ritual budaya.
Melindungi satwa berarti menjaga warisan budaya kita dan menghormati hubungan yang telah terjalin selama berabad-abad. Ekosistem di seluruh dunia saling terkait. Ketika satu spesies hewan terancam punah, itu bisa memicu efek berantai yang merusak.
Misalnya, hilangnya lebah dapat berdampak pada polinasi tanaman dan akhirnya pada rantai makanan manusia. Mempertahankan beragam hewan adalah cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang rapuh.
“Bumi kita adalah rumah bagi jutaan spesies yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Hari Hewan Sedunia mengingatkan kita akan pentingnya melindungi dan merawat kehidupan satwa liar,”pungkas Retno Wandansari. (hud/ono).
