Unidha Malang Segera Terapkan Perkuliahan Online

Malang, Memox.co.id
Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang akan melakukan ujicoba untuk melakukan perkuliahan dengan sistem online, yang akan dimulai pada semester baru mendatang. Menurut Rektor Unidha, Prof. Dr. Suko Wiyono, SH, MH, untuk mempersiapkan hal tersebut, beberapa dosen juga telah mengikuti Workshop Sistem Pembelajaran Daring (SPADA).

“Perkuliahan online atau daring tersebut nanti hanya 45 persen SKS yang bisa diambil, lalu sisanya sebanyak 55 persen, mahasiswa melakukan perkuliahan seperti biasanya dan bertatap muka,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dengan perkuliahan online tersebut, meskipun mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan dan bertatap muka dengan dosen, namun ia menjelaskan, para dosen juga harus tetap menyiapkan materi perkuliahan seperti pada umumnya.

“Jadi nanti dosen-dosen juga harus siap betul, karena setelah kita ujicobakan, daring itu juga tidak mudah. Dosen harus buat modul, dosen juga harus siap kalau sewaktu-waktu ditanya mahasiswa pada jam-jam tertentu. Namun untuk mata kuliah yang tidak di daring kan, mahasiswa harus datang ke kampus,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya juga mengikutsertakan beberapa dosennya untuk mengikuti workshop SPADA. Dimana, dalam pelatihan tersebut juga diikuti oleh beberapa perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

“Ada SPADA Batch 1 sampai dengan 4 itu kita ikuti. Dan ternyata tidak dari Jatim saja, ada yang juga dari DKI (Daerah Khusus Ibukota). Bahkan ada BAK yang kita kirim dari sini pada Batch 1 itu jadi yang terbaik. Itu APTISI kerja sama dengan Ristek Dikti,” imbuhnya.

Nantinya, para dosen dan staf yang diikutsertakan dalam pelatihan tersebut akan memberikan pembelajaran di kampusnya masing-masing. Dengan sistem perkuliahan tersebut, dirinya berharap, Unidha bisa menjangkau para mahasiswa yang berhalangan untuk mengikuti perkuliahan secara normal dengan datang ke kampus.

“Mungkin ada yang keterbatasan dana, dan mungkin tidak bisa kost. Itu kan bisa sedikit terbantu dengan hanya 55 persen yabg datang ke kampus untuk perkuliahan,” tuturnya.

Kuliah daring tak hanya dilihat sebagai efisiensi tapi juga peningkatakan kualitas. Sejumlah perguruan tinggi swasta yang tergabung di Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Jawa Timur yang telah mengikuti workshop SPADA batch IV telah melakukan MoU dengan 24 perguruan tinggi yang ikut kegiatan tersebut.

Berikutnya, PTS yang sudah ikut workshop SPADA I-III akan dilakukan pertemuan lagi untuk MoU terkait kerjasama kuliah daring.

“Saat workshop ke IV itu spontan dilakukan MoU dan akan MoA berikutnya. Hal ini karena mumpung bertemu sekalian dalam jumlah banyak,” jelas Suko.

Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya mahasiswa pada perguruan tinggu yang telah bekerja sama bisa mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain. Sebab menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulannya masing-masing.

“Misalkan mahasiswa PTS kerjasama X ingin ambil mata kuliah di Unidha karena bagus, boleh. Toh nanti ijazahnya ya tetap dari kampus asalnya,” papar Suko. (kik)

%d blogger menyukai ini: