TMMD ke-110 Tahun 2021 Wilayah Kodim 0822/Bondowoso
Bondowoso, Memox.co.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa yang disingkat TMMD merupakan program yang sudah ada dari tahun 1980, dan saat ini sudah berjalan 41 tahun. Dulunya bernama ABRI Masuk Desa atau biasa disebut dengan AMD.
Pelaksanaannya sendiri dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Program TMMD merupakan program lintas sektoral yang dilaksanakan sinergitas TNI, POLRI, Pemda dan stakeholder yang dapat meningkatkan solidaritas dalam membangun negeri.
Adapun sasaran utama dalam program TMMD yang merupakan implementasi dari TNI ialah membangun untuk mensejahterakan kehidupan rakyat terpencil disatukan desa meliputi sasaran fisik maupun sasaran non fisik.
Baca Juga : Korem 083/Bdj Rakornis TMMD ke-110 Secara Virtual Bersama Waaster Kasad
Kegiatan TMMD ke-110 tahun 2021 di wilayah Kodim 0822/ Bondowoso termulai tanggal 2 Maret dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021. Untuk Kodam V/Brawijaya ada 5 daerah yang melaksanakannya. Di wilayah Korem 083/Bdj sendiri ada di 2 wilayah, yakni Bondowoso dan Jember.
Dengan adanya program TMMD ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan pencapaian target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah. Serta meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, dan juga menempatkan desa sebagai subjek pembangunan. Dimana desa dapat merencanakan sendiri, melaksanakan sendiri, dan memberdayakan sendiri masyarakatnya secara Button Up.
Selain itu TMMD melalui beberapa kegiatannya diharapkan juga mampu menjadi pemicu adanya kasadaran masyarakat tentang, menimbuh kembangangkan semangat gotong royong, wawasan kebangsaan, bela negara dan upaya pencegahan paham radikalisme, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di desa.
Adapun dalam TMMD ke-110 Kodim 0822/Bondowoso mengambil tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”. Dengan makna bahwa dengan Program TMMD bertujuan untuk pemerataan pembangunan yang ada di Kabupaten Bondowoso. Khususnya Desa Penang dan Desa Klekean Kecamatan Botolinggo yang merupakan wilayah terbelakang dalam infrastrukturnya.
Sehingga perlu percepatan atau akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah utara Bondowoso tersebut guna meningkatan akses ekonomi. Sarana prasarana seperti pembangunan jalan termasuk peningkatan ketahanan pangan.
Sebagai Kades (Kepala Desa) Klekean Sulatis S.pd saat dikonfirmasikan Memo X menyampaikan bahwa Desa Klekean masuk dalam kategori desa tertinggal. Dan dengan ditunjuknya Desa Klekean masuk dalam program TMMD ke-110 warga sangat senang sekali.
Baca Juga : Kodim 0818/Malang-Batu Gelar Latihan Menembak Laras Panjang dan Pistol FN
“Melihat dari rancangan program pembangunan yang didalamnya ada program perbaikan infrastruktur. Yang selama ini akses jalan menuju Desa Klekean sangat sulit dilalui terutama R4 (Roda Empat),” akunya.
Dirinya juga menjelaskan, Desa Klekean merupakan desa pemekaran. Dengan hadirnya bapak-bapak TNI membangun di desanya ini akan dijadikan momentum untuk menjadikan Desa Klekean tidak lagi menjadi desa yang tertinggal dengan sarana dan prasarana yang telah dibangun.
Sedangkan untuk jumlah KK (Kepala Keluarga) di Desa Klekean ini berjumlah 1.400 KK yang mayoritas bermata pencaharian bercocok tanam. “Harapan saya mewakili seluruh masyarakat Desa Klekean, dengan adanya program TMMD mampu menjadikan Desa Klekean lebih maju lagi. Baik dalam aspek kehidupan maupun aspek kesehatan,” harapnya, Rabu (24/03/2021).
Hal senada juga disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, untuk pelaksanaan TMMD ke-110 Kabupaten Bondowoso sendiri berada di 2 desa. Yakni Desa Klekean dan Desa Penang Kecamatan Botolinggo. Dengan adanya pelaksanaan TMMD ke-110 di Bondowoso ini sangat efektif. Utamanya dalam pengembangan infrastruktur di kawasan terpencil dan sangat susah dijangkau.
“Dengan adanya program TMMD ini bisa memudahkan masyarakat untuk melaksanakan aktivitas keseharian dengan telah dibangunnya berbagi infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan desa. Khususnya di Desa Klekean dan Desa Penang,” ungkapnya.
Baca Juga : Sebanyak 43 Prajurit Korem 083/Bdj Dibekali Latihan Menembak Senjata Ringan
Ditempat terpisah, Dandim 0822 Letkol Kav Widi Widayat menuturkan, untuk pembangunan fisik TMMD ke-110 melakukan pelebaran jalan, pembangunan siskamling, pengerasan jalan, rehabilitasi mushola, dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pelaksanaan TMMD ke-110 ini merupakan sinergitas antara Kodim dengan Pemerintah Daerah Bondowoso melalui instansi terkait. Progam Pembangunan TMMD ke-110 Kabupaten Bondowoso dengan sasara fisik terdiri dari 1. Rutilahu 62, 2. Tandon masjid 2 unit, 3. Tandon masy 5 unit, 4. Mushola 2 unit, 5. Pelebaran jalan poros L: 3 m P: 200 m, 6. Lapen jalan lingk L: 2,5 m, P: 200 m, 7. Pos kampling 2 unit, 8. Pembuatan gapura 1 unit, 9. Pavingisasi, dan 10. Lapen jalan L: 3, P: 300 m. (fik)
