Indeks

Tiga Pilar Wonosobo Grebeg Prostitusi Terselubung

Tiga Pilar Wonosobo Grebeg Prostitusi Terselubung
Tiga pilar Desa Wonosobo saat mendatangi rumah Bu Gundul, yang diduga dipakai bisnis prostitusi terselubung.

Banyuwangi, Memox.co.id – Tiga pilar Desa Wonosobo, Kecamatan Srono gerebek rumah warga dusun krajan kulon, yang diduga digunakan praktek prostitusi. Sayangnya penggerebekan tersebut tidak membawa hasil, dua orang yang diduga PSK berhasil kabur.

Terkuaknya adanya dugaan prostitusi terselubung di rumah tersebut, ada dua perempuan yang diduga PSK dengan dandanan agak menor dan bergaya agak seksi duduk didepan rumah. Dia terlihat menunggu pria hindung belang langganannya.

Saat ditanya sejumlah wartawan, perempuan tersebut mengaku warga Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi dan sudah lama berdiam di rumah Bu Gundul. Menurutnya, sebelum bulan puasa, ada lima orang yang bekerja, karena bulan puasa tidak tamu yang datang. “Sejak bulan puasa, tidak ada tamu mas,” celetuk Melati bukan nama sebenarnya.

Atas dasar laporan warga tersebut, tiga pilar Desa Wonosobo langsung bergerak mendatangi rumah Bu Gundul. Kepala Desa Wonosobo, Imam melalui Sekretaris Desa, Rudi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat jika di dusun Krajan Kulon ada rumah yang diduga dibuat bisnis prostitusi. Atas dasar laporan tersebut pihaknya langsung mendatangi rumah tersebut.

“Kami bersama 3 pilar dan Linmas dibantu beberapa perangkat Desa langsung mengecek Lokasi. Karena tidak ditemukan adanya praktik prostitusi, kami memberikan arahan kepada pemilik rumah agar tidak menjalankan pekerjaan yang dilarang agama, karena sangat meresahkan,” ujar Rudi, Rabu (21/4/2021) siang.

Lanjut Rudi, saat tiga pilar mendatangi rumah tersebut, ada dua perempuan yang mengetahui kedatangannya, dan mereka langsung lari. “Saya sudah menegur pemilik rumah. Jangan ada lagi praktek prostitusi di Desa Wonosobo. Jika ada warga yang melanggar aturan kami akan menindak,” tegasnya.

KM meminta kepada pemerintah desa bertindak tegas jika ada warga yang melanggar aturan. Sebenarnya keberadaan bisnis esek-esek ini sudah lama ada. Bahkan sebelum bulan puasa Ramadan ada 5 perempuan penghibur yang berdiam di rumah tersebut.

“Sebelum bulan puasa ramai sekali. Ada 5 wanita PSK yang ada di rumah itu. Mungkin, karena saat ini bukan puasa wanita-wanita itu pada pulang semua. Semoga dengan kedatangan tiga pilar Desa Wonosobo, tidak ada lagi praktek prostitusi di lingkungan kami,” tandasnya. (ant/mzm)

Exit mobile version