Dalam kesempatan yang sama, pria dengan pangkat tiga balok emas di pundak melanjutkan, kejadian tersebut bermula pada sebuah acara syukuran wisuda tiga mahasiswi asal NTT di sebuah kafe di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (24/6/2023) malam.
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa kelompok di kafe tersebut. Acara dimulai pukul 20.00 WIB. Sebagian dari mereka kata Wahyu banyak mengkonsumsi minuman keras (Miras). “Sehingga emosi para peserta tidak terkendali. Dan pada saat itu sekitar pukul 23.45 korban berniat pulang. Di sana korban sempat memainkan gas kendaraannya dan hampir menabrak. Lalu diteriaki oleh Remigius Mario Bere Seran,” katanya.
Kemudian dilakukan pemukulan dan penusukan menggunaka senjata tajam (Sajam) dengan ukuran kurang lebih 50 cm. Dan dari hasil autopsi pihak rumah sakit, Krisnael Murri dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk tersebut. “Yang menusuk Jonio Fernandes, tapi sajam itu milik Yeremias Sigibertus Maya yang ia bawa,” katanya
“Motif ini tidak direncanakan spontanitas langsung melakukan penganiayaan,” lanjutnya.
Atas penangkapan ini, Rizki berharap, satu tersangka lagi bisa segera tertangkap dan seluruh pihak mempercayai kasus tersebut kepada aparat penegak hukum (APH). “Saat ini kami masih terus melakukan pengejaran. Saya harap kasus ini dipasrahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Dan mohon doanya,” tutup Wahyu Rizki Saputro. (cw2)






