Bondowoso, Memox.co.id – Pandemi Covid 19 ini juga berimbas pada perawatan destinasi Wisata Bukit Mahadewa yang berlokasi di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami. Tampak lantai gardu tidak terurus, rusak, bahkan ditumbuhi rerumputan liar.
Dampaknya, wisatawan yang mau menikmati keindahan alam Bukit Mahadewa menurun drastis. Padahal sebelumnya, tidak sedikit wisatawan, baik dari dalam kota maupun luar kota, cukup banyak yang berkunjung.
“Ketika masih dirawat, pengunjung Bukit Mahadewa cukup banyak, sangat membantu terhadap perekonomian warga setempat. Sekarang yang terdengar hanya kicauan burung saja,” kata Dul, warga setempat.
Pemandangan di Bukit Mahadewa sangat menakjubkan. Posisi hutan tersebut berada diatas bukit. Disekelilingnya pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Cocok untuk menghilangkan stres. Tumbuhan pohon pinus yang menjulang tinggi dan rimbun berjajar dengan rapi. Serta rumput yang segar dan hijau sangat memanjakan mata. Suasananya masih alami, sejuk, dan segar.
“Entah kenapa Pemerintah Desa enggan merawatnya. Padahal kalau didandani, dan pengunjung banyak, bisa membantu PAD (Pendapatan Asli Desa) dan perekonomian warga sekitar,” kata warga yang tidak bersedia namanya dikorankan.
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala Desa Kupang, Abdul Fatah, menyebutkan, wisata bukit Mahadewa itu tetap berjalan. “Katanya siapa tidak terawat. Jika ingin mengetahui lebih detail silahkan ketemu di darat atau ke rumah,” cetusnya. Anehnya, ketika ditelusuri ternyata Abdul Fatah itu enggan menemuinya.
Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, objek wisata Bukit Mahadewa tersebut, dikelola Pemerintahan Desa (Pemdes) Kupang, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk itu, warga setempat meminta kepada Inspektorat Bondowoso untuk melakukan audit pengelolaan wisata tersebut. (sam/mzm)






