Trenggalek, Memox.co.id – Akibat teror molotov yang menyerang 2 rumah warga di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, seorang pelajar mengalami luka bakar. Pelajar berjenis kelamin perempuan ini harus menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat.
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Simbiring mengungkapkan, teror pelemparan molotov di Kecamatan Pogalan ini terjadi Rabu (09/09/2020). “Kejadiannya kemarin sekitar pukul 02.00 WIB. Akibatnya 2 rumah warga rusak,” ungkap Kapolres, Kamis (10/09/2020) sore.
Diketahui pelemparan molotov ini menyasar rumah milik Heri Sulistiawan, warga RT 24 RW 08 dan rumah milik Musnan warga RT 34 RW 09 Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan. Kedua rumah tersebut dilempari molotov jenis yang sama yakni berwadah botol bensin eceran ukuran 1 liter.
“Adapun korban dalam hal ini adalah Sri Haryati (15) yang mengalami luka bakar akibat pelemparan molotov orang yang tak dikenal ini,” imbuhnya.
Saat kejadian, lanjut Kapolres, korban Musnan melihat pelaku pelemparan molotov hingga mengakibatkan barang-barang yang ada didalam rumah banyak yang terbakar. Posisi korban Sri saat pelemparan terjadi, berada didepan televisi dan tengah tertidur.
“Dari hasil Olah TKP, kaca rumah milik Musnan pecah dan membakar perabot yang ada didalamnya,” kata Kapolres.
Disinggung terkait teror molotov ini, Kapolres menjelaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Ditkrimum Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Trenggalek. Dan akan mencari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut untuk di intai keterangan.
“Untuk sementara proses masih dalam tahap penyelidikan, mudah-mudahan kita bisa mengungkap kasus ini dengan keterangan yang didapat dari para saksi,” tegasnya.
Petugas juga masih mendalami rekaman video dari CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah kejadian ini merupakan buntut dari perselisihan antar kelompok perguruan yang terjadi beberapa waktu lalu. (mil/ono)
