Indeks

Terjadi Sengketa, Puskesmas Pembantu Jrebeng Lor Dijual Warga

Puskesmas Pembantu Kelurahan Jrebeng Lor terpampang reklame baner dijual oleh warga yang mengklaim miliknya. (foto:huda)

Saat ditanya tujuan penyegelan dan pasang banner dijual, Nenek ini menjawab hanya ingin mempertahankan aset milik kakeknya. Bahkan, tidak akan memperkarakan atau menggugat Pemkot.

“Keinginan saya diganti atau dibeli. Kami juga menuntut uang sewa selama 50 tahun. Karena Pustu ini sekitar 50 tahun lebih menempati pekarangan milik kakek,” kata Mbok Arti.

Sebelum melakukan dua hal itu, Mbok Arti sudah mendatangi Dinas Kesehatan dan Bagian Aset Pemkot Probolinggo. Tujuannya, untuk mengetahui dan memastikan, apakah pekarangan yang dipermasalahkan saat ini, sudah dijual ke Pemkot oleh leluhurnya.

“Sebelumnya kami sudah ke kantor Dinkes dan Aset. Ya, menanyakan secara detail. Ternyata masih bukan milik Pemkot. Catatannya tidak ada, makanya kami berani melakukan penyegelan dan memasang banner dijual,” tuturnya.

Merespon hal itu, Lurah Jrebeng Lor Arik Fajeri mengatakan, permasalahan itu sudah lama sebelum dirinya dipindah tugaskan di Kelurahan Jrebeng Lor.

“Adanya permasalahan ini, saya segera mengumpulkan 5 RW di Kelurahan Jrebeng Lor untuk berembuk terkait penyelesaian masalah Pustu ini, masyarakat masih membutuhkan atau tidak. Setelah itu saya akan mengundang pihak mbok arti,” jelasnya.

Begitu juga, pihaknya hanya bisa menengahi permasalahan ini karena kepemilikan tanah dan bangunnnya itu ranah bagian hukum dan aset pemerintahan.

“Yang jelas kami sebagai lurah tetap mengkoordinasikan segera,”terang Arik Fajeri.

Exit mobile version