Situbondo, Memox.co.id – Hampir puluhan tahun lamanya, jalan antar dusun di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tak kunjung ada perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo, hingga jalan tersebut terancam akan dipersempit oleh warga setempat, Kamis (09/06/2022) tadi.
Jalan desa tersebut berada dan tepatnya di Jalan raya dari dusun Bukkolan menuju dusun Paowan Kecamatan Panarukan, dimana dijalan tersebut rusak parah dan tak kunjung ada perbaikan.
Berdasarkan pantauan Memox.co.id di lapangan, selain rusak parah, akses jalannya juga banyak tanah yang longsor dan ambruk hingga terjadi genangan air yang hampir menyerupai sungai saat turun hujan, yang sejatinya sangat membahayakan bagi pengguna jalan utamanya bagi pengendara roda dua yang melintas di jalan tersebut.
Sugianto salah satu Tokoh pemuda setempat mengeluh atas kondisi jalan dusun menuju Kabupaten tersebut. Karena menurutnya, hampir satu dekade (10 tahun) lamanya jalan tersebut tidak diperbaiki dan dibiarkan begitu saja, sehingga jalan tersebut apabila musim penghujan dipastikan digenangi air.
“ Akses tersebut kalau musim hujan digenangi air seperti sungai, sedangkan kalau musim kemarau banyak debu dan kerikil batu yang berserakan sehingga membahayakan bagi pengguna jalan, ”keluh Sugik panggilan akrabnya.
Sugik menambahkan, bahwa dampak dari rusaknya jalan Kabupaten ini, maka akses perekonomian warga tersendat, aktivitas warga sekitar dan para pengendara juga terganggu, bahkan sering terjadi kecelakaan di jalan tersebut.
“ Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas terkait, untuk segera memperbaiki jalan tersebut sebelum masyarakat mempersempit dan menutup akses jalan tersebut, “pungkasnya.
Terpisah, Joniadi, Tokoh elit politik asal Kecamatan Panarukan yang juga merupakan tokoh pemuda yang berada di pantura, menyampaikan saat dimintai komentarnya terkait banyaknya jalan rusak dan berlubang di Kabupaten Situbondo, iya juga mengkritisi kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo yang lebih mementingkan pembangunan di area Pemkab saja dari pada akses jalan desa di bagian pelosok-pelosok yang rusak parah.
“ Bukan hanya pembangunan di Pemkab saja yang harus ditangani oleh pemerintah daerah, melainkan banjir yang harus ditangani dengan serius, karena infrastruktur itu bukan di Pemkab saja, di Kabupaten Situbondo, Anggaran sebesar itu hanya untuk pembangunan di Pemkab, lebih baik di anggarkan untuk jalan rusak dan berlubang di Kabupaten yang rusak khususnya di jalan pantura, mulai dari Kecamatan Banyuglugur, Besuki, hingga Kecamatan Banyuputih, ”ungkapnya.
“ Alangkah lebih baiknya anggaran sebesar itu juga dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur yang ada di jalur pantura, dari 100% seperempatnya sajalah dianggarkan di jalan pantura untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak parah itu lebih bermanfaat menurut hemat saya,” cetusnya
“Jalan yang parah rusaknya yaitu mulai dari Banyuglugur – Besuki hingga Banyuputih yang menuju Kabupaten Banyuwangi, juga di wilayah Kecamatan Panarukan menuju Kota, itu semua akses jalan poros Kabupaten semua, dari Kecamatan Kendit – Kecamatan Panarukan, “Lanjutnya.
“ Pada intinya, dalam perbaikan infrastruktur di Kabupaten ini, rakyat dibagian Pantura jangan dianak tirikan, harus ada pemerataan dari segala sektor dan segala bidang dari Pemerintah Kabupaten Situbondo, ”tutupnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (DPUPP) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo, S.T.,M.Si saat dikonfirmasi oleh Memox.co.id melalui Telepon selulernya sangat merespon baik dan akan segera dikoordinasikan.
” Harapan kami, warga setempat jangan mempersempit jalan desa tersebut atau merubah ukurannya, “ujarnya. (Fauzi)
