Malang,Memox.co.id-Demi faktor keamanan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sebelumnya telah menyurati Panpel Arema FC tertanggal 18 September 2022 permohonan agar pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya dimajukan pukul 15.30 Wib untuk disampaikan ke PT BRI Liga 1 namun tak diindahkan, Minggu (02/10/2022).
Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) dimenangkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 kemenangan’untuk Persebaya Surabaya.
Pada surat tersebut tertulis bahwa Polres Malang meminta kepada panitia pelaksana (Panpel) Arema FC agar mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan ke PT LIB.
Didukung dengan perkiraan Intelejen Singkat Nomor: R/KIRKAT-110/IX/2022/Intelkam tertanggal 13 September 2022 tentang kerawanan sepak bola Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya.Adapun surat tersebut ditandatangani oleh Kapolres Malang, AKBP Feri Hidayat tertanggal 18 September 2022.
Menanggapi surat permohonan itu, PT LIB mengirimkan surat balasan kepada pihak manajemen Arema FC tertanggal 19 September dengan nomor surat 497/LIB-KOM/IX/2022.
Pada isi surat tersebut, PT LIB menegaskan bahwa pertandingan antara Arema FC vs Persebaya tetap digelar sesuai jadwal yaitu pada Sabtu (1/10/2022) pukul 20.00 WIB.Surat tersebut ditandatangani oleh Dirut PT LIB, Akhamd Hadian Lukita.
Apa yang telah disampaikan Kapolres Malang AKBP Ferli diperkuat dengan pertanyaan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md dirinya menyebutkan kalau pihak kepolisian Polres Malang sudah mengantisipasi kerawanan laga dengan mengajukan percepatan gelaran laga akan tetapi ditolak seperti yang tertera dalam bukti usulan Kapolres Malang AKBP Ferli
“Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang,” kata Mahfud.
Dari data terakhir sebanyak 125 orang yang meninggal akibat tragedi tersebut serta ratusan warga yang juga masih dalam perawatan.
Tragedi Kanjuruhan bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.(fik).
