Malang, Memox.co.id – Suku Tengger dan perangkat Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo melakukan ritual memohon keselamatan di tempat kejadian laka tunggal pickup yang menewaskan 8 orang rombongan arisan asal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Selasa (01/06/2021).
Terlihat ritual itu diikuti puluhan orang dengan duduk berjejer memanjatkan doa di sekitar pohon Jowar yang ditabrak oleh pickup itu. Tak hanya itu, juga terlihat sesajen seperti ayam ingkung dan bunga-bunga tujuh rupa yang ditebar di sekitar tempat laka maut.
Kapolsek Poncokusumo, AKP Sumarsono mengatakan ritual yang disebut slametan itu dilakukan sejak pukul 09.15 hingga 09.50 WIB. Ritual khas suku Tengger ini bertujuan untuk mendoakan mereka yang menjadi korban meninggal dunia akibat laka Rabu lalu. Serta untuk kedepannya agar masyarakat yang melintasi kawasan tersebut dijamin keselamatannya.
Hal senada juga disampaikan Kades (Kepala Desa) Wringinanom, Achmad Muslimin menjelaskan tujuan slametan ini adalah untuk memanjatkan doa agar kejadin laka maut tidak terulang lagi.
“Karena ini kan jalur berlibur ke Bromo, sehingga memang banyak arus kendaraan di area ini. Maka semoga dengan acara ini kedepannya tidak terjadi peristiwa yang sama,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun memang jarang sekali ada laka di sekitar tersebut. Tercatat hanya ada dua kali laka.
“Tahun kemarin terjadi satu laka yang menyebabkan satu orang tewas. Dan berdasarkan sejarah masyarakat setempat TKP kejadian, dulunya merupakan makam korban perang melawan Belanda,” ungkapnya. (tim)
