MEMOX.CO.ID – SMKN 1 Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah menggelar pesta kelulusan dengan menghadirkan DJ. Acara yang dinilai mewah itu menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, yang mempertanyakan kesesuaian perayaan tersebut dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat yang masih sulit.
Kritik Pedas Arya Wedakarna
Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Rabu (7/5/2025), Arya Wedakarna menyampaikan kekecewaannya:
“Tunggu AWK sidak ke sekolah yang suka pesta… Bali sedang prihatin, ekonomi masih sulit, kok bisa-bisanya perpisahan sekolah dibuat seperti ini?”
Pernyataannya langsung memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mendukung sikap Arya, menilai pesta kelulusan mewah tidak pantas digelar di tengah tantangan ekonomi. Sementara itu, sebagian lain berpendapat bahwa perayaan kelulusan adalah momen kebahagiaan yang sah selama dibiayai secara mandiri oleh siswa.

Pro-Kontra Perayaan Mewah di Tengah Kesulitan Ekonomi
Arya menegaskan bahwa acara sekolah semestinya mencerminkan nilai kesederhanaan, terutama di saat banyak warga Bali masih berjuang memulihkan kondisi finansial pascapandemi dan krisis ekonomi.
“Ini bukan soal melarang kebahagiaan, tapi tentang keprihatinan sosial. Sekolah harus jadi contoh, bukan malah mengajarkan gaya hidup boros,” tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Tejakula belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Beberapa sumber menyebut bahwa acara tersebut dibiayai oleh iuran sukarela siswa dan orang tua, bukan menggunakan anggaran sekolah.
Menunggu Tanggapan Resmi Sekolah dan Dinas Pendidikan
Masyarakat kini menunggu klarifikasi dari SMKN 1 Tejakula dan Dinas Pendidikan setempat. Jika pesta tersebut ternyata menggunakan dana BOS atau anggaran negara, tidak menutup kemungkinan akan ada pemeriksaan lebih lanjut. (Cdp)






