Siswi Kelas 4 SD Surabaya, Berhasil Budidaya Maggot Pengurai Sampah Organik

BERSAMA: Callysta pelajar Kelas 4 SD Kaliasin 1 Surabaya bersama Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Surabaya, Memox.co.id – Callysta Kusuma Azalia (10) pelajar kelas 4 SD Kaliasin 1 Surabaya berhasil mengembangkan proyek pengurai sampah organik dengan membudidayakan maggot, Selasa (16/08/2022).

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. Seperti yang sudah disebutkan bahwa maggot merupakan larva dari jenis lalat yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa.

Tidak hanya itu larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) itu juga telah dikembangkan untuk pakan lele oleh Tita, panggilan akrab Callysta Kusuma Azalia yang memulai proyeknya di rumahnya yang berada di Griya Permata Gedangan, Kecamatan Gedangan sejak awal Februari lalu.

Dalam pengakuan putri dari pasangan M Rockhidin dan Intiyas Purwigati, ide awal budidaya maggot itu bermula dari keprihatinannya terkait masalah sampah. Sampah rumah tangga khususnya sampah organik perlu didaur ulang agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan. Ia pun kemudian belajar untuk membudidayakan maggot.

BUDIDAYA: Callysta dengan budidaya maggotnya.

“Selain itu, budidaya maggot juga terinspirasi sebagai pengganti pakan ternak. Akibat dari harga pelet (pakan lele, red) mahal, makanya diganti dengan olahan maggot yang lebih murah,” ujarnya.

Tita berharap budidaya maggot dan lele dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat khususnya masyarakat Sidoarjo maupun Surabaya. Sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak hanya
mengurangi sampah-sampah organik tapi juga memberikan manfaat ekonomis.

Kini proyek Tita juga makin lengkap. Selain membudidaya maggot, Tita juga mengkombinasikan dengan budidaya lele dan kangkung. Tentunya, budidaya itu juga produk penyambung dari budi daya maggot (fik)