Bondowoso, Memox.co.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud), Drs. Sugiono Eksanto, MM tidak hanya duduk dibelakang meja dalam menjalankan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) nya, tapi juga rajin turun ke lapangan.
Ketika turun ke lapangan, Sugiono dibuat kecewa. Pasalnya tenaga kependidikan, mulai dari staf, guru, hingga Kepala Sekolah (KS) banyak yang masih datang terlambat. Sehingga masuknya lambat juga.
“Yang datang tepat waktu hanya kebun sekolah. Sementara KS, Guru, dan Karyawan datangnya terlambat. Secara otomatis, masuknya juga lambat,” kata Sugiono menahan kekesalannya.
Mulai Pengawas, KS, Guru, dan Karyawan akan dievaluasi. Karena ini baru pertama melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Apalagi ada program mengaji sebelum pelajaran dimulai. Ditambahkan, harusnya pembelajaran dimulai jam 06.30.
“Saya sampai di sekolah jam 06.40. KS, Guru, dan Karyawan belum ada yang datang. Praktis masuknya jam 07.30. Lalu kapan literasi mengajinya,” ujarnya.
Setelah ada program baru dilingkungan Dispenbud, literasi mengaji, jam masuk dijadwalkan lebih pagi, 06.30. Selama setengah jam, murid-murid SD dan SMP membaca alqur’an sebelum pelajaran dimulai.
Salah satu SD yang mendapat teguran Kepala Dispendik adalah SDN Tenggarang 01. Pihaknya beralasan, jam masuk 07.30 merupakan kesepakatan dengan wali murid dan Komite Sekolah. (sam/mzm)






