Bondowoso, Memox.co.id – Setelah DRD (Dewan Research Daerah) dibekukan, Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin membentuk TP2D (Tim Percepatan Pembangunan Daerah). Seluruh anggota DRD tidak ada yang masuk dalam komposisi TP2D atau terdepak semua.
Personel anggota TP2D, orang baru semua. Padahal anggota merupakan garda terdepan pembela Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, dalam Pilbup kemarin.
Dari 5 anggota TP2D, 2 orang Warga Bondowoso, Husnus Sidqi dan Mustawianto, sisanya atau 3 personil dari Jember. TP2D besok hari Rabu akan dilantik jam 8 di Pendopo oleh Bupati.
Menanggapi informasi ini, KH. Thohir, mantan Ketua DRD mengatakan, di Bondowoso ini yang paling berkuasa, pertama Allah, kedua Bupati Kyai Salwa. “Bupati Kyai Salwa sangat berkuasa setelah Allah. Dia berhak membubarkan DRD dan membentuk TP2D. Dia berhak melakukan apa saja di Bondowoso,” kesal Kyai Thohir, sapaannya.
Bahkan, lanjutnya, Kyai Salwa sangat berkuasa tidak ‘memakai’ anggota DRD dalam kepengurusan TP2D. (sam/mzm)
